Duniaekpsress.com (26/7/2019)- Sebuah foto mengerikan dari dampak perang Suriah menunjukkan bayi perempuan berusia tujuh bulan tergantung di puing bangunan yang hancur akibat serangan jet tempur. Bayi itu nyaris jatuh dari tumpukan puing di ketinggian dan bertahan dengan pakaiannya yang tersangkut.

Kakak-kakaknya yang masih kecil dalam kondisi tertimpa puing bangunan mencoba mempertahankan posisi adik mereka agar tidak jatuh dari ketinggian. Bayi kecil dengan wajah berdarah itu bernama Tuqa.

Anak-anak kecil itu dicoba ditolong ayah mereka yang ketakutan dengan memanjat reruntuhan bangunan rumah. Keluarga di Idlib itu adalah korban dari serangan jet tempur pada hari Rabu yang diduga diluncurkan oleh pasukan pasukan Presiden Bashar al-Assad dan sekutunya, Rusia.

Ayah yang mencoba menjangkau putri-putri ciliknya itu bernama Amjad al-Abdullah. Wajah Amjad al-Abdullah terpaku ketakutan ketika bayi Tuqa terlihat tergantung di puing bangunan.

Idlib merupakan benteng pertahanan terakhir kelompok pejuang kemerdekaan Suriah yang akan direbut pasukan rezim Bashar al-Assad.

Baca Juga:

BERNIAT GABUNG KE ISIS, DUA WARGA SINGAPUR DITAHAN

TANZHIM DAULAH ISIS TELAH MENYIMPANG DARI KEBENARAN DAN MERAMPAS HAK MUJAHIDIN

Menurut Save the Children, banyak anak tewas akibat konflik dalam empat minggu terakhir di wilayah tersebut. Badan amal itu mengatakan setidaknya 33 anak telah dikonfirmasi tewas sejak 24 Juni 2019.

Abdullah dilaporkan tidak bisa menjangkau putri-putrinya. Namun, menurut pekerja rumah sakit Suriah, bayi Tuqa secara ajaib selamat. Namun, saudara perempuannya yang berusia lima tahun, Riham, meninggal. Ibu mereka, Asmaa, juga meninggal. Sedangkan dua kakak Tuqa yang lainnya terluka parah, salah satunya masih dalam kondisi kritis.

Foto menyayat hati itu adalah bidikan fotografer Bashar al Sheikh, asal Kafr Nabudah. Dia adalah jurnalis foto pertama yang tiba di tempat kejadian setelah serangan jet tempur.

“Ada debu di mana-mana, di udara, dan orang-orang berteriak minta tolong. Saya bisa melihat anak-anak kecil saling berpelukan,” katanya Sheikh yang berbicara dari Idlib kepada The Independent, Jumat (26/7/2019).

“Ayah itu berteriak; Jangan bergerak! Jangan bergerak!.”

“Anak yang lebih tua masih berpegangan pada bayi itu. Kami membawa mereka ke rumah sakit al-Shami, tetapi mereka kehabisan persediaan darah dan harus membawa mereka ke rumah sakit Idlib,” lanjut Sheikh.

“Saya tinggal bersama anak-anak, berdoa agar mereka selamat,” imbuh fotografer Suriah tersebut.

Sonia Khush, direktur respons Save the Children’s Suriah, menggambarkan situasi di Idlib sebagai “mimpi buruk”.