Tanzhim Daulah ISIS telah menyimpang dari kebenaran dan merampas Hak Mujahidin

Baca sebelumnya, KHILAFAH ISLAMIYAH ALA MINHAJ NUBUWWAH YANG KAMI KEHENDAKI

Duniaekspress.com. (25/7/2019). Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisy Hafizhahullah-Berkata : “Oleh karena itu, kami mengumumkan di sini bahwa Daulah di Iraq dan Syam(ISIS) adalah tanzhim yang menyimpang dari kebenaran, merampas hak Mujahidin, mengarah pada ekstremitas, terlibat dalam penumpahan darah orang-orang yang dilindungi oleh syari’at, merampas harta benda, ghanimah-ghanimah serta wilayah-wilayah yang telah mereka bebaskan dari rezim (suriyah). Selain itu, tanzhim juga menyebabkan tercorengnya jihad, tercerai berainya mujahidin, pengalihan moncong senapan dari dada orang-orang murtad(Nushairiyah) dan kafir muharib(yang memerangi) ke dada para mujahidin dan kaum muslimin. Dan penyimpangan-penyimpangan lainnya yang dapat dipercaya(kabarnya).

Kami juga menyerukan kepada seluruh Mujahidin untuk mengadopsi penjelasan ini dan mengumumkan berpihak pada penjelasan tersebut demi menolong kebenaran dan pendukung kebenaran. Selain itu, kami juga menyeru kepada anggota tanzhim daulah ISIS untuk meninggalkan tanzhim(daulah), Kemudian bergabung dengan mujahidin (jabhah Nushrah) dan membai’at para pemimpinnya.

Inilah yang kami fatwakan anjurkan, dan pilihkan untuk mereka. Kami juga menyerukan kepada situs Islam jihadi dan situs-situs lainnya, yang memiliki kepedulian terhadap urusan kaum muslimin dan jihad kaum muslimin, untuk menyebar luaskan penjelasan ini, dan menghentikan penyebaran rilis-rilis dari tanzhim daulah ISIS, ceramah-ceramah dan tulisan-tulisannya.

Penjelasan ini sebagai pembuka topeng syari’at yang dipakai tanzhim (daulah ISIS) ini, yang telah membangkang kepada pemimpinnya. Penjelasan ini sekaligus sebagai pengumuman berlepas diri dari manhajnya yang ekstrem(ghuluw) dan menumpahkan darah yang di lindungi oleh syari’at, yang memberikan stigma buruk terhadap jihad dan mujahidin, yang tersesat dari jalan Allah, karena penyimpangan-penyimpangannya sikap melampaui batas, dan keengganan menerima hukum Allah.

Karena berbagai penyimpangannya dan upaya menghalangi berhukum kepada syari’at Allah, serta penolakkannya kepada semua inisiatif (perdamaian dan tahkim), itulah yang memaksa kami mengeluarkan penjelasan ini. Tentu setelah kami menyampaikan nasehat kepadanya serta berkorespondensi dengan para pemimpin dan pejabat syar’inya, baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Juga setelah melihat tanzhim ini tidak mau mengindahkan seruan-seruan para pemimpinnya dan para ulama jihad, serta enggan untuk bertahkim. Tanzhim ini telah enggan menrima syari’at dan menunaikan hak-hak kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Sebagaimana pula sebelumnya, ia enggan menaati para pemimpinnya.

Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi kami untuk menyampaikan kebenaran setelah kami sebelumnya mengerahkan segala daya upaya, seperti sebab-sebab, usaha-usaha, dan upaya untuk mengembalikannya ke jalan yang lurus. Namun begitu, ternyata tanzhim daulah ISIS beserta para pemimpin dan para ahli syari’atnya enggan menerima dan nekat melanjutkan penyimpangan-penyimpangan mereka.

Sudah menjadi keharusan pula bagi para mujahidin untuk bersikap waspada terhadap tanzhim daulah ISIS ini, dan wajib mengajak mujahidin lain meninggalkan tanzhim ini serta perpihak kepada para pengikut kebenaran dan jihad, yaitu orang-orang yang bertaqwa dan jujur. Semua itu agar urusan jihad kembali normal dan barisan-barisan mujahidin dapat bersatu. Sebab Allah subhanawata’ala mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam satu barisan yang rapih seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.

Allah tidak ridho jika mujahidin berpecah belah dan bercerai-berai sehingga kekuatan mereka hilang, jihad melemah, dan dikuasai oleh musuh-musuh mereka.” (Bayan haula jama’ati “Ad Daulah Al-Islamiyyah fil ‘Iraq was Syam”). (RR)

 

Baca juga, MUJAHIDIN BUTUH ILMU KEPEMIMPINAN