Daulah ISIS mengebom wilayah dan Pemukiman Mujahidin

Baca sebelumnya, TANZHIM DAULAH ISIS TELAH MENYIMPANG DARI KEBENARAN DAN MERAMPAS HAK MUJAHIDIN

Duniaekspress.com. (26/7/2019). Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisy berkata : “Bahkan, ada kabar yang sampai kepada kami bahwa sebagian mereka membolehkan pengikutnya (pengikut ISIS/IS) untuk meledakkan diri di wilayah dan tempat-tempat pemukiman saudara mereka dari kalangan mujahidin. Saya tidak tahu kemana perginya otak mereka, Masyayikh dan mufti mereka.

Sesungguhnya, ulama yang berfatwa dengan mengambil kesimpulan dari pendapat ulama kaum muslimin dahulu maupun sekarang tentang bolehnya amaliyah seperti ini (mengebom bunuh diri), dengan tujuan banyak melukai (melemahkan) musuh-musuh Allah, ia membolehkannya dengan berat hati serta mengikatnya dengan syarat-syarat yang berat, supaya dapat menolak mafsadah yang benar-benar darurat dan qoth’i (tidak ada keraguan), yang mana tidak dapat ditolak kecuali dengan amaliyat (istiyhadiyah) seperti ini.

Berani-beraninya orang yang tidak berakal, tidak memiliki ilmu, tidak memiliki pemahaman, tidak memiliki pertimbangan, dan tidak memiliki empati terhadap darah kaum muslimin, memberikan fatwa kepada mereka dengan mengarahkan mereka melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu (bom istisyhadiyah ala ISIS), yang pada dasarnya hukumnya haram. Sungguh, rukhshah yang diberikan (ulama) dalam persoalan ini adalah dalam ranah yang sempit dan persyaratan yang berat.

Ada saja orang yang berani mengeluarkan fatwa tentang kebolehan melakukannya terhadap orang Islam bahkan untuk menghabisi mereka! Bagaimana bisa fatwa seperti ini diikuti? Bukankah orang yang melakukannya memiliki akal yang dapat mencegah dan menghalanginya terlibat dalam urusan darah kaum muslimin sedangkan ia hendak menghadap Allah Subhana wata’ala ?

Bahkan kami mendengar dan membaca perkataan sebagian dari mereka bangga dengan meminum darah dan bangga hidup di hamparan tulang belulang. Sebenarnya hal ini baik dan diperbolehkan jika ditujukan kepada musuh-musuh agama bukan untuk kaum muslimin. Duhai betapa kasihannya orang yang tidak dapat memahami hakikat jihad dan ia sudah berani memberi arahan dan fatwa. Bagaimana bisa ia tidak mengetahui bahawa jihad hanyalah wasilah untuk mencapai tujuan yang agung; Sebagai pelayan bagi tuannya yang mulia, yaitu Tauhid, meninggikan kalimatnya dan mengajak manusia masuk ke dalamnya.

Apabila pelayan dan wasilah itu menjadi sebab tercemar dan rusaknya tujuan serta menghalangi manusia darinya maka Allah tidak memberkati wasilah yang sesat lagi menyeleweng yang menafikan tujuan agung itu. Allah juga tidak memberkati pelayan yang angkuh terhadap tuannya, memusuhinya dan mencemarkannya.” (Makalah ; “Allahumma inni abra’u ilaika mimma shana’a ha’ulaa’”).

Bersambung …

 

Baca juga, RISALAH UNTUK SETIAP MUJAHID (PENGIKUT ISIS) YANG IKUT MEMERANGI SAUDARA SESAMA MUJAHID