Duniaekspress.com (26/7/2019)- Menteri Mesir, Nabila Makram ancam akan menyembelih siapapun yang mengomentari negatif pemerintah mesir. Ucapan tersebut disampaikan dalam pidatonya di depan para ekspatriat Mesir di Toronto, Kanada.

Dalam video yang diunggah oleh Koalisi Mesir-Kanada untuk Demokrasi (ECCD) yang pro-kelompok oposisi, Makram menteri Imigrasi Mesir terlihat memberi tahu kepada ekspatriat Mesir: “Ke mana pun kita pergi, Mesir akan tetap berada di hati kita”.

“Kami tidak akan menolerir apa pun untuk dikatakan orang lain tentang hal itu. Siapa pun yang mengatakan sesuatu (negatif) tentang Mesir di luar negeri akan ‘disembelih’,” tambahnya Makram, disusul derai tawa dan tepuk tangan.

Rekaman video menunjukkan dia membuat gestur dengan menempatkan tangannya secara menyilang ke tenggorokannya.

Baca Juga:

3 SERANGAN BOM GUNCANG KABUL

BOMBARDIR REZIM, BAYI 7 BULAN MENGGANTUNG DIPUING BANGUNAN

Pernyataan Makram ini menuai kritik di media sosial. Sejumlah kelompok penentang pemerintah Mesir menilai ucapan tersebut merupakan ancaman langsung terhadap para pembangkang, terutama setelah pembunuhan terhadap jurnalis asal Saudi, Jamal Khashoggi, oleh tim intelijen negara itu di Istanbul, Turki.

Pegiat hak asasi manusia mengatakan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi telah menindas para pengkritiknya, yang disebutkan belum pernah terjadi sebelumnya, semenjak dia memimpin proses penggulingan oleh militer terhadap Presiden Mesir yang dipilih secara demokratis pertama kali, Mohammed Morsi, pada 2013.

Lebih dari 1.000 pemrotes tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, serta setidaknya 60.000 orang dilaporkan telah ditahan, sementara ratusan orang lainnya dijatuhi hukuman mati.

Berita Terkait:

DUA TAHANAN POLITIK MESIR TEWAS DI DALAM PENJARA

PROTES KEMATIAN MORSI, TAHANAN POLITIK MESIR MOGOK MAKAN

Lainnya, ratusan orang lainnya dilaporkan hilang dalam apa yang disebut sebagai upaya penghilangan yang tampaknya dilakukan secara paksa.

Sebagian besar yang menjadi sasaran adalah pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin yang kini dilarang, tetapi aktivis oposisi liberal dan sekuler juga menjadi sasaran.