Duniaekspress.com (27/7/2019)- Pemerintah Israel hari ini telah membebaskan penulis dan jurnalis Palestina Lama Khater yang dijadikan simbol pejuang media Palestina setelah dia menjalani hukuman penjara 13 bulan.

Hazem Al-Fakhouri, suami Khater, mengatakan bahwa dia dibebaskan oleh pihak berwenang di utara Tepi Barat, di pos pemeriksaan Jalameh. Suami Hater kepada Anadolu mengatakan, “Lama dalam keadaan sehat dan sedang dalam perjalanan pulang,” katanya.

Lama Khater, 42 tahun sekaligus ibu dari lima anak, ditangkap pada 24 Juli 2018 di kota asalnya Hebron setelah pasukan penjajah Israel mulai menyelidiki “tulisan dan keanggotaannya dalam organisasi terlarang”, menuduhnya menghasut kekerasan melalui banyak artikel surat kabar untuk koran Palestina dan Arab serta situs online.

Berita Terkait:

LAMA KHATER, SIMBOL PEJUANG MEDIA PALESTINA

PENANGKAPAN LAMA KHATER UPAYA BUNGKAM KEBEBASAN BERBICARA

Setelah penangkapannya, ia dipindahkan ke penjara Ashkelon dan, menurut organisasi non-pemerintah, Klub Tahanan Palestina, ia menjadi sasaran “investigasi yang keras dan terus-menerus, yang berlangsung selama lebih dari 20 jam sehari. ”Kemudian setelah berbulan-bulan persidangannya terus-menerus ditunda dan dia berulang kali dipindahkan ke lokasi penjara yang berbeda, tanpa ada tuduhan resmi yang terungkap.

Pada hari-hari menjelang penangkapannya, dia menulis serangkaian tweet di mana dia mengkritik pencegahan pemerintah Israel terhadap umat Islam yang masuk dan beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Sebelumnya dalam pekerjaannya sebagai jurnalis dan analis politik, dia telah diancam oleh dinas intelijen Israel dan Otoritas Palestina (PA).

Lama Khater

Ketika Lama Khater dijemput paksa militer Israel

Kasus Khater adalah salah satu dari banyak kasus penganiayaan terhadap wartawan Palestina yang meluas di Israel, yang telah meningkat selama bertahun-tahun ketika negara Yahudi itu melakukan penumpasan terhadap organisasi media dan individu yang mengkritiknya. Pada bulan April tahun ini, Israel dilaporkan telah melakukan 150 pelanggaran terhadap jurnalis selama tiga bulan sebelumnya saja.

Penggerebekan malam hari dan penangkapan terhadap rumah-rumah wartawan Palestina, pencegahan wartawan asing mengomentari kekejaman yang dilakukan, penutupan outlet berita Palestina dan stasiun TV, dan meluasnya penggunaan metode penahanan administratif adalah beberapa taktik. Israel telah bekerja untuk membungkam segala bentuk perbedaan pendapat terhadap pelanggaran pendudukan.