Duiaekspress.com (1/8/2019)- Pasukan penjajah Israel sedikitnya telah membunuh 54 warga Palestina di Gaza, termasuk 12 anak-anak dan empat wanita sejak awal 2019, menurut data yang dirilis Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan, Selasa (30/7).

Organisasi HAM tersebut juga mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel melukai 3.723 warga Palestina di Gaza selama periode yang sama, termasuk 1.226 anak-anak dan 179 wanita.

Al-Mezan menuduh pasukan penjajah Israel sengaja menggunakan kekuatan yang mematikan untuk menimbulkan sebanyak mungkin korban jiwa terutama ketika mereka menindak aksi damai Great March of Return, yang telah diselenggarakan setiap Jumat sejak 30 Maret 2018 di sepanjang perbatasan timur Gaza.

Baca Juga:

ISRAEL TUDUH ANAK 4 TAHUN TERLIBAT PELEMPARAN BATU

SEDIKITNYA 17 DESA DI IDLIB HANCUR PASCA SERANGAN UDARA REZIM

Pada saat yang sama, pendudukan Israel menangkap 88 warga Palestina dari Jalur Gaza, termasuk 22 anak-anak.

Sementara itu, angkatan laut Israel melakukan 207 pelanggaran terhadap para nelayan Palestina di lepas pantai Gaza, termasuk penahanan 28 nelayan dan melukai 15 lainnya.

Pasukan pendudukan juga menyita 11 kapal penangkap ikan dan merusak sembilan lainnya dan melakukan 27 invasi di Jalur Gaza dan menghancurkan puluhan dunam di lahan pertanian.

Baca Juga:

PENJAJAH ISRAEL TEMBAK MATI WARGA PALESTINA DI PERBATASAN

Sebelumnya, pada hari Jumat (26/7) pasukan penjajah Israel menembak mati seorang warga Palestina dalam aksi protes yang digelar setiap pekan di sepanjang perbatasan dengan Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan satu orang Palestina terbunuh dan 40 lainnya luka-luka sepanjang hari.

“Itu adalah kematian pertama dalam beberapa minggu, semenjak Mesir, Qatar dan PBB bekerja untuk menjaga perbatasan tetap tenang,” kata pejabat kesehatan Gaza.

Warga Palestina pada hari Jumat (26/7) berkumpul di dekat pagar yang memisahkan antara Jalur Gaza dari Israel untuk berdemonstrasi menentang pendudukan Israel selama puluhan tahun atas wilayah Palestina.

Satu kendaraan militer dilaporkan rusak, meskipun tidak ada prajurit yang terluka.

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Gaza’s National Authority for Breaking the Siege mendesak rakyat Gaza untuk mengambil bagian dalam demonstrasi.

Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, hampir 270 pengunjuk rasa telah tewas – dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan Israel yang dikerahkan di dekat zona penyangga.

Demonstran menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas 2 juta penduduknya dari banyak fasilitas dasar.