Duniaekspress.com (2/8/2019)- Pihak berwenang Israel kemarin memanggil seorang gadis Palestina berusia delapan tahun dari kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki untuk diinterogasi. Pemanggilan tersebut adalah yang ketiga dalam pekan ini, setelah beberapa hari yang lalu pihak Israel juga memanggil dua anak lainnya.

Seperti dikutip dari kantor berita Palestina Wafa, tentara Israel menggerebek rumah warga Hebron, Shadi Sadr tadi malam dan memberinya surat panggilan untuk putrinya yang berusia delapan tahun, yang bernama Malak, untuk hadir di sebuah pusat interogasi. Kejahatannya, kata ayahnya, diduga melecehkan pemukim Israel yang didukung militer.

Baca Juga:

AS BERI SANKSI MENTERI LUAR NEGERI SYI’AH IRAN MUHAMMAD JAVAD ZARI

KOMUNIS CHINA LARANG TULISAN HALAL PADA RESTORAN DI BEJING

Insiden itu terjadi di tengah serentetan pemanggilan dan interogasi terhadap anak-anak Palestina yang sangat muda minggu lalu untuk sejumlah dugaan kejahatan termasuk melemparkan karton ke pasukan Israel dan “melecehkan” para pemukim dan proyek pemukiman.

Penangkapan pertama adalah yang dilakukan Muhammad Rabi ‘Elayyan yang berusia empat tahun pada hari Selasa dan yang kedua dikeluarkan untuk ayah dari Qais Firas Obaid yang berusia enam tahun kemarin, yang keduanya adalah penduduk di lingkungan Yerusalem yang sama di Issawiya.

Menurut cabang Palestina dari kelompok HAM Defense for Children International, setidaknya 8.000 anak-anak Palestina telah ditangkap dan dituntut dalam sistem penahanan militer Israel sejak tahun 2000.

Baca Juga:

AL-MEZAN: 54 WARGA PALESTINA TEWAS DI GAZA SEJAK 2019

ISRAEL TUDUH ANAK 4 TAHUN TERLIBAT PELEMPARAN BATU

Sebelumnya, polisi Israel memanggil seorang pria Palestina untuk diinterogasi setelah putranya yang berusia empat tahun diduga melakukan pelemparan batu ke sebuah kendaraan militer Israel di Yerusalem Timur yang diduduki.