Duniaekspress.com (6/8/2019)- Kampanye Nasional Pemulangan Jenazah Syuhada Palestina mengatakan bahwa pihak Israel masih menahan 253 jenazah syuhada Palestina di pemakaman khusus dan 45 jenazah di lemari es kamar jenazah di kantor kepolisian Israel.

Dikutip dari Pusat Informasi Palestina, koordinator Kampanye Nasional, Salwa Hammad, mengatakan, “Upaya publik dan pemerintah untuk membebaskan jenazah-jenazah tersebut terus berlanjut. Upaya-upaya lainnya dilakukan bersamaan untuk menginternasionalisasi masalah para syuhada yang jasadnya masih ditahan.”

Hammad menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri Palestina telah menyiapkan rencana untuk menuntut pembebasan jasad para syuhada yang ditahan Israel.

Lebih lanjut Hammad mengtakan, Hari Nasional untuk Pemulangan Jasad Syuhada, yang jatuh pada 27 Agustus, akan dilakukan beberapa kegiatan rakyat untuk memperingati hari tersebut dan untuk menggabungkan upaya-upaya Kampanye Nasional dan keluarga para syuhada untuk menuntut pembebasan jasad para syuhada.

Baca Juga:

INILAH NEGARA PEMASOK SENJATA KE MYANMAR

IMARAH ISLAM AFGHANISTAN PERLUAS HUBUNGAN POLITIK

Israel menahan sekitar 253 jasad syuhada di kuburan khusus yang disebut “Kuburan Angka-angka”. Sebelumnya penjajah Israel telah mengubur 4 syuhada di kuburan itu, setelah menahan tubuh mereka di lemari es.

Penjajah Israel menempuh kebijakan menahan mayat para syuhada Palestina selama bertahun-tahun, sebagai upaya untuk menekan perlawanan Palestina. Belakangan, penjajah Israel berusaha menggunakannya untuk memulangkan tentaranya yang disandera di Jalur Gaza.

Pada 27 Februasi 2018, parlemen penjajah Israel telah menyetujui rancangan undang-undang yang sama terkait penahanan jasad syuhada Palestina, dengan suara mayoritas 57 anggota Knesset. Sementara 11 anggota Knesset menentang dan sisanya abstain.

Undang-undang tersebut memberi wewenang kepada polisi Israel untuk terus menahan jasad syuhada Palestina dan memaksakan serangkaian persyaratan kepada kerabat dan keluarganya bila ingin membebaskan mereka, yang berkaitan dengan waktu pembebasan, upacara mengiringi pemakaman, waktunya, tempat dan cara pemakamannya.

Berdasarkan RUU itu, “Polisi tidak mengembalikan jenazah syuhada ke keluarga mereka, kecuali jika dipastikan bahwa pemakaman tidak berubah menjadi “panggung” provokasi atau untuk mendukung terorisme.”

“Kuburan Angka-angka” adalah kuburan militer tertutup. Di mana otoritas penjajah menahan jasad syuhada Palestina dan Arab. Batu nisan kuburan ditandai dengan angka dan bukan dengan nama syuhada. Baik keluarga atau lembaga HAM dilarang masuk ke dalam kuburan tersebut. Segala hal yang berkaitan dengan informasi pribadi apa pun tentang pemilik kuburan ini dirahasiakan dan tidak dipublibakrikan.