Duniaekspress.com (7/8/2019)- Dua pastor dan seorang tukang kebun di Argentina yang terjerat kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak tuna rungu di sebuah sekolah Katolik mulai menjalani persidangan pada Senin (5/8). Kasus ini juga sempat menggemparkan gereja-gereja Katolik di Argentina.

Dilansir Channel NewsAsia, Selasa (6/8), ketiga pelaku itu adalah seorang pastor asal Italia bernama Nicola Corradi (83), seorang pastor Argentina yakni Horacio Corbacho (59), serta seorang lain yang dulunya adalah tukang kebun bernama Armando Gomez (49). Mereka terancam 50 tahun penjara atas dakwaan melakukan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap anak-anak tuna rungu di sebuah sekolah Katolik di tempat mereka bekerja.

Kasus ini juga berkaitan dengan pelecehan terhadap sekitar 20 anak di Institut Provolo, sebelah barat kota Mendoza, Argentina yang kala itu dipimpin oleh Corradi hingga ditangkap pada November 2016 lalu.

Baca Juga:

PAUS AKUI ADA PELECEHAN SEKSUAL DI GEREJA

LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL, VATIKAN CABUT IMUNITAS UTUSANNYA

SEJUMLAH PASTOR DI JERMAN LAKUKAN PELECEHAN TERHADAP RIBUAN ANAK

Dalam persidangan tertutup yang kala itu diperkirakan berlangsung selama dua bulan akan mendengarkan kesaksian dari 13 korban pelecehan yang berusia empat hingga 17 tahun. Persidangan itu juga membahas 43 pelanggaran yang dilakukan pelaku.

Dalam persidangan tahun lalu, seorang petugas altar bernama Jorge Bordon mengaku telah melakukan pelecehan kepada lima orang korban. Perbuatan itu membuatnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Institut Provolo di Mendoza yang berjarak 1,000 kilometer dari kawasan barat Buenos Aires akhirnya ditutup pada 2016, setelah tuduhan pertama terkait kasus pelecehan diduga telah dilakukan sejak 2004 silam.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, Corradi pertama kali datang dari Institut Provolo pusat di Verona ke Argentina pada 1970 silam, guna mengurus Institut Provolo di La Pata sebelum akhirnya dipindahkan ke Mendoza pada 1998.

Kasus pedofilia di Institut Provolo di Verona, Italia juga pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.