Duniaekspress.com (9/8/2019)- Seorang pemukim Yahudi terbukti telah melakukan kejahatan seksual, termasuk pemerkosaan dan pelecehan seksual, terhadap 105 korban yang kebanyakan dari mereka dikatakan gadis di bawah umur.

Uriah Asis yang berusia 26 tahun, berasal dari Emmanuel, pemukiman ilegal di Tepi Barat, lokasi yang sama adalah pusat skandal terpisah dua hari lalu yang melibatkan seorang warga yang dicari karena 74 tuduhan kekerasan seksual anak dan pemerkosaan di Australia.

Dilaporkan bahwa Asis menggunakan berbagai nama samaran pada akun media sosialnya untuk memikat gadis di bawah umur dan memangsa wanita.

The Jerusalem Post melaporkan bahwa daftar kejahatannya termasuk dugaan pemerkosaan, sodomi, pelecehan seksual, dan penculikan serta memproduksi bahan-bahan cabul.

Penyelidikan sedang ditangani oleh Unit Cyber ​​Kantor Kejaksaan Negeri.

Petugas yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan bahwa Asis telah memangsa wanita selama bertahun-tahun menggunakan web dengan cara yang “canggih dan metodis”. Hakim yang memimpin kasus menulis dalam keputusan untuk memperpanjang masa tahanan Asis.

Asis menyamarkan dirinya dengan berbagai macam alias. Menurut Jerusalem Post, dia bahkan dia mengaku berprofesi sebagai seorang polisi, seorang pemilik agen model, seorang tentara IDF, seorang pelatih renang dan seorang penasihat seks”.

Baca Juga:

BLOGGER SAUDI UNDANG WARGA ISRAEL KUNJUNGI NEGARANYA

TOLAK DICABUTNYA OTONOMI KHUSUS KASHMIR, SEORANG DEMONSTRAN TEWAS

Ini adalah kedua kalinya dalam dua hari warga Emmanuel terbangun karena skandal seks yang serius. Pada hari Selasa, Polisi Israel merekomendasikan untuk mendakwa pemimpin ultra Ortodoks Yaakov Litzman yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan Israel karena membantu seorang tersangka pedofil.

Litzman dituduh melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan karena telah menekan psikiater distrik Yerusalem, Dr. Yaakov Jacob Charnes, untuk mengatakan bahwa seorang pemukim dari Emmanuel yang dicari di Australia untuk 74 dakwaan penyerangan dan pemerkosaan seksual anak, secara mental tidak layak untuk diproses hukum.

Kepala partai ultra-Ortodoks United Torah Yudaism (UTJ) diduga menggunakan pengaruhnya di Kementerian Kesehatan Israel untuk mempengaruhi pendapat profesional bawahannya terkait kasus Malka Leifer, yang dicari polisi Australia untuk kejahatan seks yang dilakukan pada 2008. Ekstradisinya diblokir setelah psikiater distrik Yerusalem memutuskan bahwa Leifer secara mental tidak layak untuk menghadiri sidang ekstradisi.

Upaya-upaya untuk menggagalkan otoritas Australia gagal setelah Leifer ditangkap kembali pada 2018 menyusul penyelidikan rahasia di mana ia difilmkan menjalani “kehidupan normal dan sehat” di Emmanuel.