Duniaekspress.com (10/8/2019)- Melindungi masjid suci dari serangan ekstrimis Yahudi dan pemukim ilegal Yahudi yang telah mereka rencanakan, organisasi-organisasi Palestina di Yerusalem akan menutup semua masjid di kota itu selama Idul Adha.

Idul Adha hari libur Islami yang dirayakan setiap tahun selama haji akan berlangsung akhir pekan ini, tahun ini bertepatan dengan festival Yahudi Tisha B’Av. Awal pekan ini, kelompok-kelompok ekstrimis yang menganjurkan pembangunan kembali Kuil Yahudi kuno menyerukan untuk menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan doa-doa Yahudi di situs tersebut, baik untuk menandai Tisha B’Av dan mengganggu ritual Idul Fitri.

Baca Juga:

PENUH LUKA TUSUK, TENTARA ISRAEL TEWAS DI TEPI BARAT

BENGINILAH KONDISI PETINGGI IKHWAN DI PENJARA REZIM MESIR

Sekarang Palestina telah mengumumkan bahwa mereka akan menutup semua masjid di seluruh kota, hanya memungkinkan sholat Ied berlangsung di Al-Aqsa dalam upaya untuk melindungi situs.

Ini datang dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh Islam terkemuka di Yerusalem, termasuk ketua Dewan Tertinggi Islam, Sheikh Ikrima Sabri, Presiden Dewan Awqaf dan Urusan Islam dan Situs Suci, Syekh Abdul Azim Salhab, dan Mufti Yerusalem dan Syekh Palestina Mohammed Hussein.

Pernyataan itu menuntut agar semua imam mengumumkan kebijakan hari ini pada shalat Jumat. Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa orang-orang Yerusalem akan menentang rencana para pemukim untuk menyerbu tempat suci.

Juga ditekankan bahwa langkah itu datang sebagai tanggapan terhadap pengumuman oleh Polisi Israel bahwa mereka akan melakukan “peninjauan” situasi di Al-Aqsa pada dini hari Idul Fitri untuk memutuskan apakah akan mengizinkan orang Yahudi mengakses atau tidak ke kompleks itu.

Serangan Israel ke kompleks Al-Aqsa adalah kejadian yang biasa terjadi, meskipun fakta bahwa orang Yahudi dilarang memasuki atau berdoa di situs tersebut di bawah perjanjian status quo.

Minggu ini, Kementerian Endowmen Otoritas Palestina (PA) mengungkapkan bahwa pasukan Israel melakukan 75 pelanggaran Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi Hebron bulan lalu saja.

Kementerian juga memperingatkan terhadap meningkatnya serangan oleh pemukim ilegal Israel, menunjuk contoh dari seorang pemukim yang melakukan ritual Yahudi di lokasi, sementara beberapa pemukim berusaha melakukan hal yang sama di halaman Bab Al-Rahma (Gerbang Emas).