Duniaekspress.com (9/8/2019)- Beginilah kondisi petinggi Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie didalam sel isolasinya. Doha Badie, putri Mohamed Badie, mengatakan bahwa ayahnya yang berusia 76 tahun tidur beralaskan tanah di selnya di sebuah penjara Mesir.

Pada laman Facebooknya, Doha mencatat bahwa ayahnya berusia 76 tahun dan telah mendekam 19 tahun di penjara, baik sejak kudeta yang dilakukan el-Sisi maupun pada masa pemerintahan Presiden Anwar Sadat.

“Tahun ini berbeda, saya tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anda karena saya tidak dapat melihat Anda bahkan melalui sangkar kaca yang mengaburkan penglihatan dan mendistorsi suara,” tulis Doha yag dikutip Anadolu Agency (8/8).

Baca Juga:

KAIRO MINTA PENGADILAN ULANG UNTUK PEMIMPIN IKHWANUL MUSLIMIN

MESIR VONIS MUHAMMAD BADIE PENJARA SEUMUR HIDUP

Dia juga menuliskan bahwa sehubungan dengan larangan kunjungan keluarga dan tidak ada situs berita yang melaporkan tentang ayahnya dan diapun tidak tahu apakah uang yang dikirim kepadanya di penjara, untuk memungkinkannya membeli obatnya, telah sampai kepada dirinya. “Keluarga,” tulis Doha tidak memiliki kabar tentang kondisi kesehatannya.

Satu-satunya berita yang telah diberikan kepada mereka, kata Doha, adalah bahwa ayahnya “dikurung di sel isolasi dan tidur di tanah dalam sel kosong.”

“Saya harap Anda sehat dan dibebaskan sebelum akhir tahun ini,” tulisnya.

Tidak ada komentar yang diperoleh dari otoritas Mesir.

Baca Juga:

KEJAHATAN SEKSUAL PEMUKIM YAHUDI MULAI TERUNGKAP

BLOGGER SAUDI UNDANG WARGA ISRAEL KUNJUNGI NEGARANYA

Badie adalah akademisi terkemuka Mesir yang lahir pada 7 Agustus 1943 dan bergabung dengan Ikhwan pada tahun 1959. Ia menjadi Pemandu Tertinggi pada tahun 2010.

Setelah kudeta militer, yang menggulingkan Presiden Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis pertama di negara itu, Badie dikirim ke penjara dan Ikhwanul Muslimin menjadi organisasi terlarang.

Pengadilan Mesir akhirnya menjatukan vonis enam orang, termasuk pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badie dengan hukuman seumur hidup atas tuduhan yang berkaitan dengan kekerasan.