Jama’ah Daulah ISIS/IS tidak mau tunduk pada hukum syar’i kecuali jika itu menguntungkan mereka

Baca sebelumnya, JAMA’AH DAULAH ISIS MENGAFIRKAN MUJAHIDIN (JABHAH NUSHRAH/HTS)

Duniaekspress.com. (11/08/2019). Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata, “Persoalan saya belum menentukan sikap terhadap tanzhim daulah (ISIS/IS), sebagaimana yang mereka kira, adalah karena informasi yang sampai kepada saya dari pihak-pihak yang memusuhi mereka tidak detail. Sebaliknya, Aku mengambil sikap tersebut berdasarkan kejadian-kejadian yang saya alami sendiri dan interaksi langsung dengan mereka. Hal tersebut memberitahukan kepada saya bahwa orang-orang ini (Jama’ah daulah ISIS) tidak mau tunduk pada hukum syar’i kecuali jika itu menguntungkan mereka. Mereka juga tidak melindungi darah kaum muslimin dan kehormatan mereka. Dan salah satu contoh yang paling jelas yang saya alami dengan mereka mengenai persoalan ini adalah : Saya mengundang mereka untuk berhakim dengan syari’at kepada qodhi, hakim, dengan mengikuti persyaratan mereka, tetapi setelah berbulan-bulan mereka menundanya, secara terang-terangan menolak hal tersebut. Hal ini terjadi antara aku dan mereka. Dan hal ini cukup menjadi saksi bagi orang yang di dalam hatinya ada kehidupan, untuk mengetahui bahwa mereka adalah pembohong, tidak menghormati syari’at Allah dan mereka tidak bisa dipercaya atas tahkimnya.

Saya tambah juga bahwa mereka juga tega menumpahkan darah saudari kita Sajidah, dan justru lebih mengutamakan penerbitan film-film mereka daripada nyawa saudari kita. Ketika mereka diperingatkan dan diberitahukan bahwa Sajidah akan dieksekusi jika mereka mengeksekusi polit (pilot Yordania tersebut bernama Moaz Al-Kassasbeh), dan peringatan ini pun telah sampai kepada mereka, namun begitu mereka lebih memprioritaskan untuk memublikasikan film mereka dengan membakar pilot tersebut hidup-hidup. Peristiwa ini dengan sendirinya memberitahukan kepada anda bahwa mereka tidak menjaga darah kaum muslimin, dan bahwa mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi Imam dan pemimpin yang penuh belas kasihan pada ummat Islam.

Saya siap untuk bermubahalah dari dua peristiwa ini dengan para pemimpin daulah ISIS/IS. Bahwa mereka menolak bertahkim seperti yang saya ajukan sesuai dengna syarat-syarat mereka yang mereka tetapkan, dan bahwa peringatan eksekusi Sajidah telah sampai kepada mereka jika mereka sampai membunuh sang pilot. Namun demikian, mereka tetap bersikeras menerbitkan film pembakaran pilot itu, setelah mereka berbohong dan mengikat kebijakannya dengan pembebasan Sajidah, meskipun mereka berdalih bahwa pembunuhan pilot itu merupakan penegakan hukum Qishas. Maka, dieksekusilah Sajidah dan Ziyad Karbaouli karena mereka bersikeras memprioritaskan propaganda dan pengumuman daripada nyawa kaum muslimin.”

Bersambung …

 

Baca juga, JANGAN MAU MENJADI BAHAN BAKAR NERAKA JAHANNAM KARENA MEMBUNUH KAUM MUSLIMIN DENGAN MENGATASNAMAKAN DAULAH (ISIS) DAN KHILAFAH