Duniaespress.com (12/8/2019)- Pasukan Israel menyerang jemaah shalat Ied di kompleks Masjid Al-Aqsha pada hari Ahad (11/8), serangan brutal tersebut setidaknya melukai 65 orang, menurut seorang pejabat Palestina.

“Sejumlah warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di dalam kompleks masjid Al-Aqsa,” kata Firas al-Dibs, juru bicara Jerusalem’s Jordan-run Religious Endowments Authority yang dikelola Yordania, seperti yang dikutip Anadolu Agency.

“Palestina terluka ketika mereka mencegah pemukim Yahudi menyerbu masjid suci,” tambahnya.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina, mengatakan bahwa 37 warga Palestina terluka setelah pasukan Israel menyerang para jamaah dengan peluru karet, gas air mata dan pentungan.

“Para jamaah luka-luka sedang dan 14 dari mereka dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Baca Juga:

KELOMPOK EKSTRIMIS YAHUDI AKAN SERBU AL-AQSHA SAAT IED

Wakaf Islam di Yerusalem memutuskan untuk menunda shalat Ied menjadi jam 7.30 pagi dan bukannya 6.30 pagi, untuk menjawab seruan para pemukim untuk menyerbu Al-Aqsa dalam apa yang disebut “memori kehancuran Bait Suci”.

Organisasi-organisasi Yahudi ekstremis, yang dikenal luas sebagai kelompok-kelompok Temple Mount, menyerukan penyerbuan besar-besaran terhadap Al-Aqsa selama minggu ini.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Timur Tengah 1967.

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara “abadi dan tak terbagi” yang diproklamirkan oleh negara Yahudi.

Suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, Yerusalem adalah rumah bagi Masjid Al-Aqsa, yang bagi umat Islam mewakili situs tersuci ketiga di dunia. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Gunung Bait Suci,” mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno. Itu juga mencakup Gereja Makam Suci, salah satu situs Kristen paling suci di dunia.