Duniaekspress.com (12/8/2019)- Kepolisian Norwegia mengatakan kasus penembakan di sebuah masjid sehari sebelum hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Ahad (11/08) ini diperlakukan sebagai kemungkinan aksi terorisme.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah seorang pria ditangkap menyusul penembakan di Al-Noor Islamic Centre, di pinggiran ibu kota Oslo pada Sabtu (10/08)

“Kami menyelidiki kasus ini sebagai percobaan melakukan aksi terorisme,” kata Wakil Kepolisian Norwegia, Rune Skjold, dalam jumpa pers.

Seorang pria di masjid berhasil melumpuhkan pria bersenjata yang mengeluarkan tembakan dan ia mengalami “luka ringan” dalam peristiwa itu.

Polisi mengatakan pria itu bertindak sendiri ketika menyerang masjid.

Baca Juga:

5 PEMUDA PALESTINA GUGUR DI JALUR GAZA

PASUKAN ISRAEL SERANG JAMAAH SHALAT IED DI AL-AQSHA

Terduga pelaku, kata Skjold, adalah seorang “pria Norwegia” dan telah masuk catatan pihak berwenang sebelum melancarkan aksi tetapi tidak dapat disebut sebagai seseorang yang memiliki “latar belakang kejahatan”.

Lebih lanjut Skjold menuturkan bahwa pria itu tampak mempunyai pandangan “kanan-jauh” dan “antiimigran”. Ia juga tampak bersimpati kepada Vidkun Quisling, pemimpin pemerintahan Norwegia yang bersekongkol dengan Jerman selama pendudukan Nazi.

Sementara itu, ketua takmir masjid mengatakan hanya terdapat tiga orang di dalam masjid ketika serangan dilancarkan dan korban luka adalah seorang jemaah berusia 75 tahun.

“Salah satu jemaah kami telah ditembak oleh seorang pria kulit putih yang mengenakan helm dan seragam,” kata Irfan Mushtaq kepada surat kabar lokal Budstikka.

Ia kemudian mengatakan kepada saluran televisi lokal TV2 bahwa si penyerang “membawa dua senjata mirip shotgun dan sebuah pistol. Ia mendobrak pintu kaca dan melepaskan tembakan.”

Masjid itu sebelumnya menempuh langkah-langkah keamanan tambahan setelah seorang pria bersenjata membunuh 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Maret tahun ini. [bbc]