Duniaekspress.com (13/8/2019)- Sebuah kebakaran besar terjadi pada hari Senin (12/8) di sebuah gudang senjata yang dijalankan oleh kelompok milisi Syiah Irak, yang menyebabkan ledakan terdengar di seluruh Baghdad. Pihak berwenag Irak mengatakan, ledakan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya.

Depot senjata itu, dijalankan oleh kelompok milisi di bawah payung Pasukan Mobilisasi Populer yang didukung negara Syiah Iran, terletak di dalam pangkalan polisi federal di pinggiran selatan Baghdad.

Fasilitas itu menyimpan rudal jarak pendek dan Katyusha, kata satu sumber keamanan kepada Reuters.

Baca Juga:

MUSLIM KASHMIR TERPENJARA PASCA PENCABUTAN OTONOMI

SERANGAN BERSENJATA SASAR MASJID DI NORWEGIA

“Api memicu beberapa roket yang menghantam lingkungan beberapa kilometer jauhnya dan melukai sebagian besar anak-anak,” kata Qasim al-Attabi, juru bicara direktorat kesehatan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saif Badr mengatakan sebagian besar yang terluka sudah dipulangkan dari rumah sakit daerah dengan luka ringan.

Sebuah sumber kepolisian mengatakan kebakaran itu mungkin disebabkan oleh kelalaian yang menyebabkan kondisi penyimpanan yang buruk dan suhu tinggi.

Kementerian Dalam Negeri memerintahkan penyelidikan.

Baca Juga:

5 PEMUDA PALESTINA GUGUR DI JALUR GAZA

PASUKAN ISRAEL SERANG JAMAAH SHALAT IED DI AL-AQSHA

Haidar Al-Abadi, pada tahun lalu, mengeluarkan sebuah dekret untuk meresmikan milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi masuk ke dalam pasukan resmi pemerintah. Dekret itu menjadikan milisi yang beberapa kali dilaporkan banyak membantai warga Sunni itu mendapatkan hak-hak prajurit.

Milisi Syiah itu juga menerima gaji bulanan setara dengan gaji pasukan pemerintah. Mereka akan dilindungi undang-undang pelayanan militer dan diterima di universitas-universitas serta akademi militer.