Duniaekspress.com (14/8/2019)- Geram dengan aksi penyerangan Israel terhadap jamaah Shalat Ied di Al-Aqsha, Ketua Parlemen Kuwait katakan, sangat memalukan dan tercela untuk meninggalkan Palestina menghadapi musuh sendirian tanpa bantuan dan dukungan.

Marzouq al-Ghanim, menyerukan dunia Arab, Islam dan internasional mengambil tindakan untuk menekan Israel. Seruan ini dikeluarkan setelah polisi Israel menyerang jamaah di Masjid al-Aqsa pada Idul Adha lalu.

“Serangan brutal yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis terhadap jamaah di halaman Masjid al-Aqsa, pada pagi hari Idul Adha sekali lagi membuktikan runtuhnya seruan palsu untuk perdamaian, dan proyek-proyek pemukiman kosong, dengan entitas pendudukan yang hanya tahu logika penindasan dan kekerasan,” kata al-Ghanim dalam sebuah pernyataan.

“Mempertahankan entitas perampas ini adalah kewajiban agama dan bagian dari nasib kita, jika kondisi militer kita tidak menguntungkan, ini tidak mencegah tindakan setiap hari pada tingkat politik, budaya dan hak asasi manusia melemparkan Badan-badan Arab, Islam dan internasional,” tukasnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga:

PELAKU PENYERANGAN MASJID NORWEGIA DIHADIRKAN DALAM PENGADILAN

PASUKAN ISRAEL SERANG JAMAAH SHALAT IED DI AL-AQSHA

Al-Ghanim dikenal karena dukungannya untuk Palestina dan penolakannya atas serangan Israel terhadap Palestina dan situs-situs suci umat Muslim. Pada Oktober 2017 dia mengatakan kepada delegasi Israel untuk meninggalkan konferensi Inter-Parliamentary Union (IPU) yang sedang diadakan di Rusia.

“Kamu harus mengemas tasmu dan keluar dari aula setelah kamu melihat reaksi parlemen terhormat dunia,” tegasnya.

“Keluar dari aula sekarang jika kamu memiliki atom yang bermartabat. Kamu penjajah, pembunuh anak-anak,” ujarnya.

Dia melanjutkan: “Aku berkata kepada penjajah yang brutal, jika kamu tidak merasa malu, maka lakukan sesukamu.”

Dia kembali ke Kuwait beberapa hari kemudian untuk menyambut pahlawan dan dipuji oleh Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Sabah.