Duniaekspress.com (14/8/2019)- Surat kabar Yediot Ahronot edisi Selasa (13/8) menegaskan, para tentara Israel yang baru direkrut, dan ditempatkan di permukiman dekat Gaza mengalami trauma disebabkan perlawanan pejuang Palestina.

Menurut surat kabar zionis tersebut, para tentara kelahiran tahun 2001 alami trauma ketika bentrok dengan pejuang Palestina, dimana terjadi tembakan roket-roket perlawanan dari Gaza, sehingga mereka merasakan eskalasi dengan perlawanan sejak 18 tahun lalu.

Surat kabar Israel menyebutkan, militer Israel kebingungan dengan fenomena ini, sehingga para wakil rakyat di permukiman sekitar Gaza menggelar sidang darurat membahas realitas ini.

baca Juga:

KETUA PARLEMEN KUWAIT: SANGAT MEMALUKAN TINGGALKAN PALESTINA HADAPI ISRAEL SENDIRI

INGGRIS PUTUSKAN LARANG ANAK-ANAK ISIS PULANG

Trauma ini dialami oleh para tentara yang baru direkrut dan ditempatkan di sekitar Gaza, sebagian dari mereka melarikan diri dari satuan tempur, termasuk sebagian lainnya tidak mampu berinteraksi dengan benar sejak mulai wajib militer.

Yediot Ahronot menyebutkan, dewan permukiman di sekitar Gaza, memutuskan untuk  mulai berinteraksi dengan fenomena membingungkan ini, dan mereka memutuskan untuk merekrut para pakar dan melatih mereka dengan layanan sosial dan moral, untuk mencari cara mengobati trauma bagi para peserta wajib militer. [PIP]