Duniaekspress.com (15/8/2019)- Menteri Pertanian Israel Uri Ariel turut bergabung dengan sejumlah pemukim ilegal Yahudi yang melakukan penyerbuan ke Masjid Suci Al-Aqsa pagi ini, Kamis (15/8).

Pasukan pendudukan Israel yang memberikan perlindungan penuh kepada para pemukim Yahudi yang diizinkan masuk ke situs suci Muslim melalui Gerbang Mughrabi yang berada di bawah kendali pendudukan Israel.

Menurut laporan Middle East Monitor, kelompok pertama kelompok Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsha pada pukul 7:30 pagi, untuk pertama kalinya sejak Gerbang Mughrabi ditutup pada hari Senin setelah lebih dari 1.700 pemukim menyerbu daerah itu pada hari Ahad (11/8) dalam upaya untuk mengganggu warga Palestina yang sedang melakukan shalat Ied.

Baca Juga:

YAHYA SINWAR: KAMI AKAN HUJANI ISRAEL DENGAN RATUSAN RUDAL

TAHRIR AL-SHAM TEMBAK JATUH JET SUKHOI REZIM

Israel dengan keras menindak para jamaah Muslim yang mengunjungi Al-Aqsa untuk sholat Idul Adha. Setidaknya 65 warga Palestina terluka oleh Polisi Israel yang diawasi kementerian Erdan pada hari Ahad setelah petugas menembakkan peluru karet dan gas air mata ke kerumunan dan menggunakan pentungan untuk memukul para jemaah.

Lebih dari 1.700 pemukim Yahudi juga menyerbu situs suci kaum Muslimin di bawah perlindungan aparat Israel, jumlah ini menjadi rekor pemukim Yahudi yang menyerbu Al-Aqsha.

Organisasi Palestina di Yerusalem pada hari Jumat mengumumkan bahwa mereka akan menutup semua masjid di kota itu dalam upaya untuk mendorong umat Muslim untuk menghadiri doa di Al-Aqsa dan melindunginya dari serangan pemukim, setelah kelompok-kelompok ekstremis yang mengadvokasi pembangunan kembali Kuil Yahudi kuno di area kompleks Al-Aqsha.

Ektrimis Yahudi juga menyerukan untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa dan melakukan doa-doa Yahudi di kompleks, baik untuk menandai Tisha B’Av dan mengganggu ritual Idul Adha.

Bulan lalu saja, pasukan Israel menyerbu Al-Aqsa dan Masjid Hebahimi Hebron sebanyak 75 kali, mengubah peraturan akses untuk Palestina hampir setiap hari dan secara rutin mengusir jemaah dari tempat-tempat suci.