Duniaekspress.com (16/8/2019)- Setidaknya 10 warga sipil tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan rezim Suriah yang disokong penuh pasukan Rusia di zona de-eskalasi di Suriah utara.

“10 orang tewas dalam serangan udara pada Rabu malam di Provinsi Idlib,” kata Mustafa Haj Yusuf, pempimpin Pertahanan Sipil

Artileri dan serangan udara menargetkan daerah-daerah perumahan di Khan Sheikhoun di provinsi Idlib, Maarat Al-Numan, Bidama dan kota-kota Madaya selain desa Maaret Herma, menurut koresponden Anadolu Agency.

Serangan juga menargetkan kota Ltamenah dan Kafr Zita di provinsi Hama.

Baca Juga:

PEMUKIM YAHUDI CORET PROPERTI PALESTINA DENGAN GRAFITI RASIS

MENTERI PERTANIAN ISRAEL IKUT DALAM PENYERBUAN KE AL-AQSHA

Mohamed Katoub, seorang relawan Syrian American Medical Society mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa seorang perawat dan sopir ambulans tewas dalam serangan udara di sebuah pusat medis di Maaret Herma.

“Pusat medis itu ditargetkan oleh 17 serangan udara,” terang Katoub.

Sementara itu, relawan Helm Putih mengkonfirmasi kematian salah satu anggota mereka dan dua pekerja dari pusat medis.

Turki dan Rusia sepakat September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, rezim Suriah dan sekutu-sekutunya secara konsisten telah melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, dengan sering melancarkan serangan di dalam zona de-eskalasi.

Zona de-eskalasi saat ini dihuni oleh sekitar empat juta warga sipil, termasuk ratusan ribu orang terlantar oleh pasukan rezim dari kota-kota mereka di seluruh negara yang lelah perang dalam beberapa tahun terakhir.

Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut pejabat PBB.