Duniaekspress.com (15/8/2019)- Ketua Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, menegaskan militer Israel bakal kalah jika menyeberang masuk ke Gaza dan akan menghujani kota-kota Israel dengan ratusan rudal. Hal ini disampaikan Sinwar dalam pidato singkat kepada keluarga Palestina di kota kelahirannya Khan Younis di Gaza selatan.

“Kami akan mengalahkan tentara (Israel) itu jika menyeberang ke Gaza. (Jika ada konflik lain dengan Israel), kami akan menghujani kota-kota mereka dengan ratusan rudal dalam satu rentetan,” kata Yahya Sinwar, dalam pidato singkatnya yang disampaikannya pada hari Rabu (14/8).

“Kami akan menghancurkan tentara pendudukan, jika mereka melintas ke Jalur Gaza. Kami tahu apa yang kami katakan,” tambah Sinwar

Sinwar memuji serangan 1 Agustus oleh Hani Abu Salah, anggota patroli perbatasan Hamas, yang melukai seorang perwira IDF dan dua tentara. Serangan terjadi ketika Abu Salah mencoba menyusup ke Israel selatan di daerah Kissufim. Abu Salah mengenakan seragam dan mempersenjatai diri dengan granat dan senapan serbu Kalashnikov.

Dalam pidatonya yang singkat, Sinwar juga menyatakan bahwa serangkaian protes mingguan di sepanjang pagar perbatasan “akan berlanjut sampai mencapai tujuannya.”

Protes perbatasan “Great March of Return” dimulai pada 30 Maret. Setidaknya setengah juta orang telah ambil bagian dalam aksi berdemonstrasi dengan kekerasan di sepanjang pagar keamanan. Mereka menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Jalur Gaza oleh Israel.

Baca Juga:

HADAPI PEJUANG PALESTINA, TENTARA ISRAEL ALAMI TRAUMA

TAHRIR AL-SHAM TEMBAK JATUH JET SUKHOI REZIM

Sementara itu, seorang menteri senior Israel mengindikasikan bahwa Israel tidak berencana meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap Gaza sebagai reaksi terhadap serangan berskala besar dari Gaza. Namun menteri itu menyebut militer Israel akan membalas serangan itu di beberapa titik.

Yoav Gallant, mantan jenderal dan anggota kabinet keamanan tingkat tinggi Israel, memperkirakan militer pada akhirnya akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas dan kelompok-kelompok lain di Jalur Gaza. Soal kapannya, akan ditentukan Israel dan bukan sebagai pembalasan atas sebuah serangan.