Hanya orang-orang yang bodoh dan hina yang terjerumus ke dalam fitnah (musibah) Abu Bakar Al-baghdadi yang sesat

Baca sebelumnya, KOMANDAN MILITER DAN DEWAN SYARI’AT DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHADADI ADALAH KILAB AHLI NAR

Duniaekspress.com. (17/08/2019). Syaikh Abu Qotadah Al-Filisthini berkata, “Adapun persoalan para Ghulat dari pengikut Abu Bakar Al-Baghdadi yang sesat itu, Demi Allah sesungguhnya mereka adalah fitnah (musibah). Tidak ada yang terjerumus ke dalamnya kecuali orang yang bodoh dan hina. Para ikhwah telah menyelidiki kualitas orang yang bergabung dengannya (daulah ISIS). Mereka tidak menemukan hal yang terpuji dalam urusan agama, karakteristik, dan keilmuan dari orang-orang tersebut, bahkan yang bergabung itu adalah orang-orang menyimpang yang tergolong ke dalam mahluk yang buruk, suka berlebih-lebihan dalam berbicara dan bersikap congkak terhadap orang lain serta saudara-saudara mereka.

Kemudian, wahai para ikhwah, kalian juga telah menyaksikan bahwa tidak ada seorang pun penuntut ilmu yang terpuji yang cenderung untuk membela mereka. Tidak ada, kecuali orang yang bodoh. Lalu keburukan dan fitnah  semakin bertambah ketika mereka mulai mengafirkan kaum muslimin dan para mujahidin, serta membunuh dan memerangi mereka. Apakah ini merupakan cerminan dari akhlak ahli sunnah atau perbuatan yang berdasarkan petunjuk ? Demi Allah, demi Allah, sesungguhnya saya selalu ber-istikharah kepada Allah ketika memikirikan mereka, namun tidak ada yang bertambah kecuali sebuah pandangan (Bashirah) bahwa mereka (pengikut Abu Bakar al-Baghdadi) adalah anjing-anjing neraka (khawarij).

Saya ingin kalian percaya bahwa demi Allah sebagai penolongku dan penolong kalian, mereka sedang menuju kehancuran. Ini semua adalah fitnah yang tujuannya adalah untuk memurnikan barisan jihad dari mereka (kaum ghulat). Mereka bukan dari golongan kita dan kita bukan dari golongan mereka.”

(At-Ta’atuf ma’a jama’atil baghdadi wa nasha’ih Limujahid Asy-Syam “amatan wal Ghauthati Khasatan).

Bersambung …

 

Baca juga, MODEL GHULUW DAULAH KHAWARIJ (ISIS/IS) ADALAH KOMBINASI ANTARA MURJI’AH DAN JAMI’YAH