Duniaekspress.com (20/8/2019)- Pertahanan Sipil atau yang sering dipanggil dengan julukan Helm Putih melaporkan, enam warga sipil tewas dalam serangan udara rezim Suriah Bashar al-Assad di zona de-eskalasi di Suriah barat laut pada hari Senin (19/8).

Tiga orang tewas di kota Maarat Al-Numan dan tiga di kota Hesh, Mustafa Haj Youssef, direktur White Helmets di Idlib, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Turki dan Rusia sepakat September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Baca Juga:

PERINGATI KEMERDEKAAN, JALALABAD DIHANTAM SERANGKAIAN LEDAKAN

WAHAI PARA MUJAHIDIN, JAUHKAN DIRI KALIAN DARI TANZHIM DAULAH (ISIS/IS) DAN SINGKIRKANLAH MEREKA

Namun, rezim Suriah dan sekutu-sekutunya secara konsisten telah melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, dengan sering melancarkan serangan di dalam zona de-eskalasi.

Sebelumnya, tujuh anggota dari satu keluarga telah terbunuh di Deir al-Sharqi Suriah dalam peningkatan serangan yang dilakukan rezim Bashar al-Assad yang didukung Rusia ke benteng terakhir pejuang oposisi Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan seorang wanita dan enam anaknya tewas setelah serangan udara menghantam rumah mereka di Idlib selatan pada hari Sabtu (17/8).

“Anak-anak semuanya berusia di bawah 18 tahun dan termasuk anak berusia 4 tahun,” kata pemantau perang yang berbasis di Inggris.

“Ayah mereka selamat karena dia tidak ada di rumah pada saat pemboman,” tambahnya.

Zona de-eskalasi saat ini dihuni oleh sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu orang yang terlantar oleh pasukan rezim dari kota-kota di seluruh negara yang lelah perang dalam beberapa tahun terakhir.

Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut pejabat PBB.