Duniaekspress.com (23/8/2019)- Dua orang Arab Israel didakwa pada hari Kamis atas dugaan dukungan mereka terhadap ISIS, termasuk pengunduhan panduan untuk mempersiapkan serangan teror.

Amin Yasin, 22 tahun belajar kedokteran di Slovakia, dan Ali Armush, 28, ditangkap pada Juli, kata badan keamanan Shin Bet.

Kedua pria dari Tamra, sebuah kota di Israel utara, dituduh “aktif dalam memajukan … ideologi ISIS”.

Baca Juga:

DISEBUT SEBAGAI ORGANISASI TERORIS, HAMAS KECAM PARAGUAY

https://duniaekspress.com/2019/08/22/pos-perlawanan-palestina-jadi-target-serangan-udara-israel/

“Para tersangka mengunduh data dan informasi komputer mereka yang memiliki materi ISIS, bahan yang menunjukkan cara mempersiapkan senjata dan perangkat untuk digunakan dalam serangan teror.” kata Shin Bet, seperti yang dikutip Al Arabiya, Kamis (22/8).

“Ini dilakukan untuk mempersiapkan serangan teror,” tambah Shin Bet.

Yasin dan Armush muncul di pengadilan pada hari Kamis di kota pantai Haifa, di mana mereka didakwa atas dugaan keterlibatan mereka dengan ISIS.

Shin Bet tidak merinci tuduhan atau mengatakan kapan persidangan tersangka akan dimulai.

“Sekitar selusin warga Arab Israel berjuang untuk ISIS di Suriah dan Irak,” kata dinas keamanan kepada AFP.

Orang-orang Arab Israel adalah keturunan orang-orang Palestina yang tetap tinggal di tanah mereka setelah penciptaan Israel tahun 1948.

Mereka membentuk sekitar 17,5 persen dari populasi Israel yang berjumlah sembilan juta.