Khawatir terhadap Ahli Sunnah yang tinggal di Wilayah Daulah ISIS/IS

Baca sebelumnya, AMERIKA ADALAH PIHAK YANG PALING SENANG DENGAN PERNYATAAN ADNANI TENTANG EKSPANSINYA KE AFGHANISTAN

Duniaekspress.com. (26/08/2019). Syaikh Abu Qotadah Al-Filisthini ditanya, “Anda sangat khawatir terhadap kaum muslimin Sunni yang hidup di wilayah yang dikendalikan oleh Daulah ISIS/IS, jika nantinya tanzhim ini runtuh, apakah anda khawatir adanya kemungkinan terjadi sesuatu yang menimpa kaum muslimin Sunni yang dilakukan oleh kelompok Syi’ah?.”

Beliau menjawab, “Saya khawatir sekali atas nasib Ahli Sunnah di Iraq karena Tanzhim yang buruk ini telah memberikan alasan buat kelompok-kelompok itu membunuh Ahli Sunnah. Sekarang mereka meninggalkan desa-desa dan beberapa tempat dan menyerahkannya kepada musuh-musuh Ahlus Sunnah. Maka, musuh itu datang dengan permusuhan, dengan rasa dengki, sedangkan kedengkian itu datang dari perbuatan orang-orang bodoh itu (daulah ISIS).

Bencana ini juga akan menimpa ummat di negeri Syam yang menyangkut orang-orang yang berhijrah (pejuang asing) dan isteri-isteri mereka. Ini adalah kenyataan yang menjadi tugas mujahidin dan para ulama untuk mempersiapkannya dari sekarang, bagaimana solusi atas musibah yang akan datang ini setelah nantinya daulah ISIS/IS meninggalkan mereka, tentu setelah mereka jatuh.

Maka saya katakan, sejak sekarang harus sudah dipikirikan apa yang akan terjadi setelah Daulah ISIS/IS runtuh. Dan Daulah ISIS/IS dengan segala perkembangannya, saya katakan bahwa Ia seperti gelembung. Tanda-tanda kehancurannya sudah semakin jelas. Tanda-tanda kehancuran dan keretakan itu bermula dari dalam tubuhnya. Saya mendapat kabar valid yang datang dari dalam bahwa orang-orang yang dulunya bergabung karena suka, cinta dan gembira seperti yang mereka gambarkan, kilau itu sudah memudar. Kilau itu mulai memudar, berbagai permasalahan mulai muncul . Musibah semakin bertambah hingga sebagian dari mereka menggambarkan bahwa mereka hidup dibawah negara polisi.”

Bersambung …

 

Baca juga, WAHAI PARA MUJAHIDIN, JAUHKAN DIRI KALIAN DARI TANZHIM DAULAH (ISIS/IS) DAN SINGKIRKANLAH MEREKA