Pasukan pemerintah yaman ambil alih wilayah shabwah setelah sebelumnya dikuasai milisi Shabwani

Duniaekspress.com. (27/08/2019). – Sanna – Pasukan pemerintah pro-Yaman berhasil mengambil alih wilayah pelabuhan dan pesisir Kota Balhaf di Provinsi Shabwah pada Senin.

Langkah itu dilakukan setelah pasukan Shabwani Elite yang didukung Uni Emirat Arab mundur dari wilayah itu.

Di wilayah itu juga terdapat fasilitas gas alam cair Balhaf yang digunakan pasukan UEA sebagai pangkalan militer.

Sumber militer mengatakan kepada pihak media bahwa sementara beberapa pasukan Elite Shabwani mundur, mayoritas dari mereka menyatakan kesetiaan mereka kepada pasukan pemerintah.

Penarikan pasukan itu diawasi oleh militer Arab Saudi dan UEA sebagai bagian dari kesepakatan penarikan pasukan UEA.

Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA mengkonfirmasi komitmen pasukan Elite Shabwani untuk gencatan senjata dan de-eskalasi di Provinsi Shabwah.

Pasukan STC baru-baru ini mengalami kekalahan besar setelah gagal menduduki Kota Ataq, ibu kota Provinsi Shabwah.

Hubungan UEA dan Yaman memanas setelah pasukan separatis yang didukung UEA mengambil alih semua kamp militer pemerintah dan istana presiden di selatan Kota Aden.

Bentrokan itu memicu seruan dari pemerintah Yaman untuk mengusir UEA dari koalisi pimpinan Arab Saudi dalam memerangi pemberontak Syi’ah Houthi sejak 2015.

Yaman jatuh dalam perang saudara pada 2014 ketika pemberontak Syi’ah Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota, Sanaa.

Kekerasan itu telah menghancurkan infrastruktur dasar Yaman, sehingga PBB menggambarkan situasi di sana sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”. (RR).

Sumber : AA

 

baca juga, 30.000 ANAK DIBAWAH UMUR DIREKRUT MENJADI