Duniaespress.com (29/8/2019)- Kelompok yang ber-afiliasi ISIS diduga pelaku penyerang bom bunuh diri terhadap dua pos pemeriksaan polisi di Gaza, yang menewaskan tiga orang anggota polisi Palestina.

Serangan itu terjadi setelah otoritas keamanan Hamas, yang menguasai Gaza, menggelar operasi pengejaran terhadap kelompok militan yang terkait dengan ISIS.

“Salah-seorang pelaku pemboman yang melakukan serangan pada Selasa, sebelumnya telah ditahan,” kata sumber keamanan kepada BBC.

Keadaan darurat diumumkan setelah serangan tersebut dan pasukan keamanan memperketat penjagaan.

Baca Juga:

IKATAN ULAMA: HUKUM MATI DALANG BOM BUNUH DIRI DI GAZA

JIHAD ISLAMI KUTUK BOM BUNUH DIRI DI GAZA

BOM BUNUH DIRI DI GAZA, TIGA POLISI HAMAS GUGUR

Dua orang petugas polisi terbunuh dan seorang warga sipil Palestina terluka dalam bom pertama, yang dibawa oleh pengguna sepeda motor di dekat lokasi pemeriksaan polisi.

Ledakan bom yang kedua, kurang dari satu jam kemudian, menewaskan seorang perwira polisi lainnya dan melukai sejumlah orang di sebuah pos pemeriksaan terpisah, kata Kementerian Dalam Negeri Hamas.

Ratusan aparat keamanan diturunkan di jalan-jalan utama di Jalur Gaza setelah serangan mematikan tersebut.

Sebelumnya para ulama Palestina meminta pada otoritas Gaza untuk mengeksekusi mati para dalang dibalik serangan bom bunuh yang menyasar petugas kepolisian.

“Pelaku kejahatan ini tak mengenal kebaikan dan tidak mencegah kemungkaran, mereka adalah pihak yang tangannya telah berlumuran dengan darah suci rakyat Palestina, dan dikenal sebagai pengkhianat bangsa, dan melayani penjajah zionis dalam kejahatan keji ini,” tegas Ulama Palestina seperti yang dilansir Pusat Informasi Palestina, Rabu (28/8).

Ikatan Ulama lebih lanjut menegaskan bahwa kejahatan ini telah mengotori agama dan masyarakat Palestina, serta hanya melayani penjajah zionis sebagai musuh Palestina.

Kepada kepolisian Palestina di Gaza, Ikatan Ulama menyatakan: “Kalian bagian dari kami, dan kami bagian dari kalian, semua yang menyakiti kalian juga menyakiti kami, yang membahayakan kalian juga membahayakan kami, kami bersama kalian, dan rakyat Palestina mencintai kalian, mengapresiasi kerja kalian melayani rakyat, dan menjaga keamanan rakyat dan bangsa.”

Hamas menghadapi tekanan dari kekuatan kelompok oposisi yang terhubungan dengan kelompok militan Islam garis keras termasuk diantaranya yang berafiliasi dengan ISIS.

Belakangan, otoritas Hamas membebaskan salah-seorang anggota faksi ekstremis untuk menyelesaikan konflik internal.

Jauh sebelumnya kelompok ISIS pernah merilis video yang mengancam pejuang Hamas. Mereka mengatakan bahwa, kelompok dengan sayap militernya Brigade Izzuddin Al-Qassam harus berhenti menguasai teritorial Palestina. Demikian Al-Jazeera melaporkan pada Rabu (1/6/2015).

Dalam video berdurasi 16 menit yang disebar pada akun simpatisan ISIS Rabu (1/6), milisi Daulah yang bermarkas di Provinsi Aleppo-Suriah mengecam Hamas atas tindakan kerasnya terhadap kelompok Salafi di Jalur Gaza, dan kegagalannya untuk menerapkan hukum Islam secara tegas. Sementara Zionis penjajah dibiarkan mencaploki Tanah para Anbiya, Palestina.

“Inti dari jihad bukanlah membebaskan tanah…tapi jihad didefinisikan Allah sebagai berperang untuk dan menerapkan hukum Allah,” ujar seorang pria bertopeng, yang kemudian mengutuk Hamas atas hubungannya dengan Iran dan milisi syiah Libanon “Hizbullah”, juga faksi-faksi “nationalis”, “sekularis”, dan “komunis”.

 

“Apa yang terjadi hari ini di Suriah, khususnya di kamp Yarmuk, demi Allah, akan terjadi di Gaza,” ancam milisi itu.