Duniaekspress.com (3/9/2019)- Dua muslimah berjilbab di London, Inggris, menjadi sasaran penyerangan bermotif rasisme di stasiun kereta bawah tanah pada 23 Agustus 2019.

Dua korban, berusia 60 dan 30 tahunan, dianiaya oleh pelaku yang diduga kuat juga perempuan. Keduanya mengalami patah tulang rusuk serta pendarahan dalam.

Menurut keterangan Kepolisian Transportasi Inggris (BTP), peristiwa ini terjadi saat jam sibuk sore hari di Stasiun North Ealing. Sebelum diserang, lanjut BTP, mereka diteriaki dengan kata-kata bernada rasis.

“Insiden terjadi pukul 17.30 pada 23 Agustus. Dua perempuan berusia 60 dan 30 tahunan mendapat umpatan karena mengenakan jilbab,” bunyi keterangan, seperti dikutip dari Mirror, Senin (2/9/2019).

Baca Juga:

BANGLADESH LARANG PENGUNGSI ROHINGYA AKSES PONSEL

AMERIKA AKAN TARIK PASUKANNYA DARI 5 PANGKALAN DI AFGHANISTAN

Tak puas dengan mengejek, pelaku lalu menyerang dengan memukuli kedua korban secara brutal.

“Mereka diserang. Keduanya dibawa ke rumah sakit, di mana korban yang lebih tua menderita patah tulang rusuk dan yang lebih muda mengalami mata bengkak, memar, dan pendarahan dalam.”

Penyelidik mempelajari tayangan CCTV seorang perempuan yang diduga kuat terlibat cekcok dengan para korban.

Polisi menyebar wajah perempuan itu dan meminta publik yang mengenali untuk segera melapor polisi.

Baca Juga:

MUSLIMAH DI DUBLIN JADI KORBAN SERANGAN GENG RASIS

Pada bulan lalu, seorang muslimah di Dublin, Irlandia, menjadi korban serangan rasial oleh sekelompok anggota geng. Jilbab yang dikenakan gadis 14 tahun itu dirobek dari kepalanya dan kemudian dilempari telur.

Polisi Irlandia, yang dikenal dengan sebutan Gardai, sedang menyelidiki penyerangan terhadap korban. Tak hanya dipermalukan, korban juga dipukuli oleh geng pria yang terdiri dari beberapa pemuda tersebut.

Mengutip Dublin Live, Rabu (21/8/2019), seorang penjaga toko di dekat korban juga mengklaim bahwa dia menjadi sasaran pelecehan rasial keji dari geng tersebut setelah menolak untuk menjual rokok kepada mereka.