16 orang tewas saat Kabul ibukota pemerintah Boneka Afghanistan diserang Mujahidin Taliban 

Duniaekspress.com. (04/09/2019). – Kabul – Ledakan besar disusul baku tembak sengit terdengar di ibukota Kabul pada Senin tengah malam (02/09/2019). Suara itu bersumber dari kompleks perumahan dan markas lembaga-lembaga asing, yang dikenal Green Village. Taliban bertanggung jawab atas serangan itu.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi, mengatakan kepada pihak media laporan awal menyebutkan lima orang tewas dalam serangan itu. Menurut keterangannya, seluruh korban warga sipil.

“16 orang tewas dan 50 luka-luka yang semua warga sipil dan aparat kepolisian sejauh ini telah dievakuasi dari daerah itu,” kata Rahimi, mencatat jumlah korban bisa meningkat.

Ledakan tersebut disusul baku tembak sengit. Gumpalan asap hitam terlihat membumbung ke langit sesaat setelah terdengar suara bom.

Asap membungbung tinggi setelah ledakan di Kabul

Gula Jan, seorang pejabat polisi yang selamat dari ledakan meskipun hanya “15-20 kaki”, menuturkan,”kami sedang duduk di truk polisi di sebelah kanan gerbang kompleks ketika sebuah mobil melaju langsung ke gerbang dan meledak. Jika kami berada di luar truk, kami pasti mati.”

Pria berusia 45 tahun ini menambahkan, “setidaknya dua atau tiga rekannya terluka parah dan kami tidak tahu berapa banyak lagi yang terbunuh dan terluka.”

“Saya diberitahu oleh rekan saya bahwa beberapa pria bersenjata memasuki kompleks setelah ledakan,” pungkasnya.

Seorang pejabat intelijen yang bekerja di dekat kompleks dan berbicara kepada media dengan syarat anonim mengatakan dia mendengar “ledakan besar” dan bergegas ke tempat kejadian.

“Ketika kami tiba, kami melihat pasukan khusus Afghanistan bergegas naik truk,” kata pejabat itu.

“Kami harus meninggalkan daerah itu karena kami tidak bisa bernapas karena asap beracun dari apa pun yang digunakan untuk meledakkan gerbang kompleks,” imbuhnya.

Afghanistan mengkonfirmasi bahwa kelompok Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom truk yang menewaskan 16 orang di pusat ibu kota.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nusrat Rahimi mengungkapkan bahwa pada Senin, serangan bom bunuh diri terjadi di dekat Green Village di jalan raya utama Kabul – Jalalabad, tempat sejumlah kantor badan bantuan internasional dan kompleks militer asing berada.

Rahimi juga membenarkan bahwa semua korban jiwa maupun korban luka adalah warga sipil dan aparat.

Sementara itu, hampir 400 staf badan bantuan asing yang tinggal di daerah itu dievakuasi.

Beberapa menit sebelum ledakan, negosiator perdamaian dari Washington, Zalmay Khalilzad, mengatakan pasukan Amerika Serikat akan mengosongkan lima pangkalan militer di Afghanistan dalam 135 hari setelah menandatangani kesepakatan damai dengan Taliban.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Taliban menyerang Provinsi Baghlan dan Kunduz di utara negara itu.

Meskipun kelompok militan tersebut dipukul mundur oleh pasukan khusus Afghanistan, namun bentrokan itu telah menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk lebih dari 100 militan.

Pernyataan Jubir Taliban

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa serangan itu diluncurkan oleh pejuangnya pada pukul 22.00 waktu setempat. Operasi diawali dengan bom mobil kemudian disusul sejumlah pejuang yang siap mati masuk target.

Ia menambahkan bahwa pejuangnya terlibat baku tembak sengit dengan pasukan penjajah dengan senjata berat dan ringan di dalam kompleks. Informasi awal menyebutkan puluhan penjajah asing dan tentara boneka yang menjaga kompleks tewas.

“Pertempuran masih berlangsung,” kata Mujahid dalam konfirmasinya.

di informasikan bahwa kompleks Green Village merupakan tempat tinggal banyak orang asing. Daerah ini dijaga ketat oleh pasukan Afghanistan dan penjaga keamanan swasta. Berulang kali kawasan ini menjadi target serangan.

Sementara itu, Mujahid menggambarkan kompleks ini adalah basis besar komando perusahaan keamanan asing yang brutal seperti Blackwater, kontraktor militer dan keamanan, mata-mata dan agen pasukan pendudukan AS. Kompleks ini terletak di sebelah timur kota Kabul di jalan menuju Jalalabad. Kompleks penjajah asing ini dan bersama mereka sejumlah pengkhianat klien untuk melayani mereka dan memata-matai mereka. (RR)

Sumber : Al-Jazeera dan AA

 

Baca juga, SERAGAN IMARAH ISLAM PORAK PORANDAKAN BAGHLAN