Duniaekspress.com (4/9/2019)- Sisa-sisa militan kelompok Islamic State atau ISIS dilaporkan menggunakan dua ekor sapi yang diikat sabuk bom untuk menyerang pos pemeriksaan militer di sebuah desa di Irak timur pada hari Ahad (1/9). Satu warga sipil tewas.

Ini menandai pertama kalinya ISIS mempersenjatai hewan ternak untuk memuluskan serangannya.

Media Kurdi, Rudaw yang dikutip The Independent, Selasa (3/9/2019), melaporkan kedua ekor sapi tersebut diikat dengan sabuk bom berjalan menuju pos pemeriksaan militer di provinsi Diyala. Kedua hewan itu akhirnya ditembaki tentara Irak.

“Insiden akhir pekan menunjukkan ISIS telah kehilangan kemampuan untuk merekrut orang-orang muda dan calon pembom bunuh diri, alih-alih mereka menggunakan ternak,” kata pejabat setempat, Saqid Husseini.

Baca Juga:

KESENJANGAN EKONOMI, WARGA AFRIKA SELATAN JARAH TOKO MILIK ASING

SERANGAN RASIS, DUA MUSLIMAH LUKA PARAH DI LONDON

Provinsi Diyala adalah rumah bagi suku Kurdi, Sunni, dan Syiah dan merupakan pusat perselisihan antara Pemerintah Daerah Kurdistan dan Irak, di mana keduanya saling mengklaim kepemilikan wilayah.

Sedangkan ISIS mengambil keuntungan dari sengketa teritorial dan telah bekerja untuk membangun kembali kekuatannya di sana. Menurut Institute for the Study of War di bagian selatan provinsi itu, ISIS mengendalikan sebuah zona dan telah meningkatkan tempo serangannya terhadap pasukan keamanan, tokoh suku setempat dan situs komersial. [Sind]