Mereka menghimpun kebiadaban Khawarij, kebohongan Rafidhah, dan kedustaan orang-orang Ba’ats serta Komunis

Baca sebelumnya, HASRAT MEREKA ADALAH MEMBUNUH KAUM MUSLIMIN, TERUTAMA AHLI JIHAD

Duniaekspress.com. (04/09/2019). Syaikh Abu Qotadah Al-Filisthini berkata, “Inilah, hujjah kebenaran telah ditegakkan bagi siapa saja yang memiliki akal dan ilmu, bahwa kelompok daisy (jama’ah daulah ISIS) adalah sesat dan rusak. Pemimpin mereka telah melegalkan penawanan terhadap istri-istri Mujahidin dan mengafirkan seterunya.

Sekarang mereka melegalkan penawanan terhadap istri-istri mereka, para Mujahidin. Demi Allah, tidak ada yang mendukung ketetapan seperti itu selain orang hina yang hatinya mati, atau orang bodoh yang menjual akalnya untuk orang lain. Hal itu adalah hujjah yang tidak terlihat oleh sebagian orang pada mulanya, dan Robb kita menyukai udzur. Seperti yang disebut dalam firman-Nya : “Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi”. (QS. Yusuf : 21).

Siapa saja sepakat dengan mereka dalam mengafirkan orang-orang yang menyelisihi dan menawan istri-istri Mujahidin maka ia adalah orang keji, sesat lagi celaka (jahat).

Mereka mengatakan, kami tidak mengafirkan orang yang menyelisihi kami, namun siapa saja yang kami perangi di negeri Syam ini adalah orang murtad. Mereka mengatakan kami tidak menawan istri-istri orang yang menyelisihi kami, namun setiap perempuan yang rela untuk tetap tinggal bersama suaminya yang menyelisihi kami adalah penzina.

‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”, berkata orang-orang rafidhah, ‘Kami tidak membenci sahabat-sahabat Rasulallah shallallahu’ailaihi wassalam, namun Abu Bakar, Umar dan Utsman bukanlah sahabat Beliau.

Mereka (jama’ah Daulah) menghimpun kebiadaban kaum Khawarij dalam urusan darah, Kebohongan rafidhah dalam urusan perkataan dan ushul-nya serta keburukan akhlak dalam memilih kata dan kalimat, kedustaan orang-orang Ba’ats dan Komunis dalam melakukan propaganda. Rujukan mereka adalah Iblis dalam bertutur kata. ‘Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah Syetan’. Yaitu dengan mengajak manusia, kepada keyakinan dan mazhab-mazhab yang rusak sedikit demi sedikit sehingga ia tidak akan merasakannya sementara kesesatan itu sudah merusak kedalam dirinya.

Jika saja apa yang ia katakan pada hari ini dikatakan kepadanya sebulan sebelumnya maka ia akan jijik dengan perkataannya itu. Namun hari ini, ia sudah menjadi korbannya, bahkan ia menjadi pendukungnya. Ibarat penyakit rabies yang menjalar ketubuh penderitaanya sementara ia tidak  menyadari bahwa tiba-tiba ia sudah “mengggonggong”.”

Bersambung …

 

Baca juga, WAHAI JAMA’AH DAULAH (ISIS/IS), TERBUAT DARI APA HATI KALIAN ?