Duniaekspress.com (4/9/2019)- Para pakar kesehatan jiwa di Israel mengingatkan maraknya gangguan jiwa yang menimpa warga Israel di permukiman sekitar Gaza, akibat serangan roket dan kondisi keamanan yang tidak stabil.

Laporan yang dirilis surat kabar Yisrael Hayom, Selasa (3/9) menyebutkan, para pengamat menyampaikan surat kepada PM Israel Benyamin Netanyahu, dan kementerian keuangan serta kementerian kesehatan, untuk memberikan bantuan yang tepat bagi mereka, untuk menghadapi ancaman yang mengincar warga permukiman zionis, dan menyediakan semua kebutuhan, termasuk pusat kesehatan jiwa dan memperbaiki layanannya.

Menurut surat kabar tersebut, surat yang disampaikan mengingatkan penurunan kondisi psikologis yang mencolok di tengah warga pemukiman yahudi secara umum, tidak hanya di kalangan anak-anak, dan menyerukan kepada Netanyahu untuk menyelamatkan kondisi ini sebelum terlambat.

Baca Juga:

GUNAKAN SAPI BERSABUK BOM, ISIS SERANG POS MILITER IRAK

KESENJANGAN EKONOMI, WARGA AFRIKA SELATAN JARAH TOKO MILIK ASING

Disebutkan bahwa para pemukim yahudi di sekitar Gaza, terutama generasi muda berusia 20-an tahun banyak yang mengalami tekanan mental dan gangguan jiwa.

Perkembangan mental dan pendidikan di tengah kondisi tertekan sangatlah sulit, sehingga banyak warga yang mengalami tekanan mental, seperti cemas, depresi, kelainan prilaku, ketidakharmonisan perkawinan dan lain-lain.

Menurut para pengamat, para pemukim yahudi juga mengalami instabilitas, yang memicu penurunan produksi dan meningkatnya pengangguran dan kebutuhan layanan medis, sehingga sangat perlu meningkatkan layanan kejiwaan secara umum.

Kawasan yang terdampak antara lain Asqalan, Rohuvat, dan Beer Sheva, yang tak ada pusat kesehatan mental dan jiwa. Para pengamat mendesak pemerintah Israel untuk memberikan perhatian lebih, di tengah kebutuhan warga untuk mendapatkan kesehatan mental dalam jangka panjang.

Para pemukim yahudi di sekitar Gaza mengeluhkan berlanjutnya sirine peringatan keamanan, sehingga mereka terpaksa mengungsi ke tempat aman, khawatir menjadi sasaran roket perlawanan Palestina. [Pusat Informasi Palestina]