Jama’ah Daulah (ISIS/IS) adalah jama’ah bid’ah, tidak boleh berperang di bawah benderanya, kecuali terpaksa

Baca sebelumnya, MEREKA MENGHIMPUN KEBIADABAN KHAWARIJ, KEBOHONGAN RAFIDHAH, DAN KEDUSTAAN ORANG-ORANG BA’ATS SERTA KOMUNIS

Duniaekspress.com. (05/09/2019). Syaikh Abu Qotadah Al-Filisthini berkata, “Karena ia jama’ah bid’ah maka tidak boleh berperang di bawah benderanya kecuali terpaksa. Bid’ahnya semakin bertambah lagi karena mereka mengklaim bahwa ialah jamaatul muslimin dan imam mereka adalah satu-satunya imam bagi seluruh kaum muslimin, menganggap (jama’ah) yang lain tidak ada artinya kecuali sebatas pengakuan, dan berbai’at kepada para pemimpinnya atas dasar pengertian tersebut.

Oleh sebab itu, bagi seorang muslim yang mengetahui agama Allah tidak diperbolehkan mengikuti mereka dalam urusan ini. Lalu kepada orang-orang yang berpengetahuan yang berada dalam jama’ah ini hendaknya menahan ekstrimisme yang ada dalam tubuh mereka jika mereka benar-benar menghendaki kebaikan bagi diri dan sahabat mereka. Sungguh, untuk mencapai kemenangan harus ada pengorbanan, sakit dan beban-beban yang harus dilewati.

Namun, jika ia tidak mengindahkan hal tersebut maka sunnatullah akan menimpa mereka dan selain mereka. Bukankah telah ada suatu golongan meraih kemenangan yang  melebihi mereka lalu musnah. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”’.

bersambung …

 

Baca juga, KHAWARIJ HANYA TAHU BAHASA PEDANG MAKA SOLUSINYA ADALAH PEDANG PEMBASMIAN