Duniaekspress.com (6/9/2019)- Abdullah, putra sulung mantan presiden Mesir Muhammad Mursi yang meninggal ketika proses persidangan rezim Mesir meninggal dunia, Rabu (4/9/2019) malam akibat serangan jantung.

Dikutip dari Reuters, Abdullah Mursi (24) dilaporkan mulai merasakan kejang-kejang saat mengemudi di Kairo. Ia meningggal tak lama setelah itu, kata saudaranya Ahmed.

Pengacara keluarga, Abdul Moneim Abdul Maqsoud, mengatakan, Abdullah meninggal akibat serangan jantung saat mengendarai mobilnya di Kairo.

Saat itu, kata Maqsoud, Abdullah bersama temannya sehingga kendali kendaraan bisa diambil alih.

“Seorang teman yang bersamanya dapat menghentikan mobil dan membawanya ke rumah sakit,” kata dia, seraya menambahkan, pemakaman Abdullah diadakan Kamis (5/9/2019), dikutip dari AFP.

Baca Juga:

MOHAMMED MURSI WAFAT DALAM MASA TAHAN PENJARA REZIM MESIR

Ayah Abdullah, Mursi, merupakan presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis dalam pemilu pada 2012. Dia didukung oleh Ikhwanul Muslimin yang sejak 2013 dijadikan organisasi terlarang.

Namun Mursi digulingkan oleh militer yang dipimpin oleh Abdul Fattah Al Sisi pada 2013. Dia langsung dijebloskan ke penjara atas berbagai tuduhan, termasuk menghasut kekerasan terhadap demonstran pada akhir 2012 serta menjadi mata-mata Qatar. Dia membantah semua tuduhan tersebut.

Mursi meninggal dunia saat menjalani sidang pada 17 Juni 2019 setelah sempat pingsan di pengadilan Kairo. Pria yang meninggal di usia 67 tahun itu lebih dulu dijatuhi hukuman 45 tahun penjara.

Setelah kematian ayahnya, Abdullah menuduh beberapa pejabat tinggi Mesir, termasuk Menteri Dalam Negeri Mahmoud Tawfiq, Majdi Abdel Ghaffar dan hakim Mohamed Shereen Fahmy sebagai “kaki tangan” dalam “pembunuhan” ayahnya.

Sementara itu Sisi menang dalam pemilu pada 2014 dan pada pemilihan tahun ini dia mendapat 97 persen suara.