Abu Bakar Al-Baghdadi bukan khilafah kaum Muslimin, Bai’at kepadanya tidak sah

Baca sebelumnya, DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI MEMVONIS PARA ISTRI MUJAHIDIN SEBAGAI PEZINA

Duniaekspress.com (07/09/2019). Syaikh Al-Muhaddist Sulaiman Al-Ulwan Hafizhahullah berkata, “Daulah (ISIS/IS) tidak memiliki hak untuk menyerang suatu wilayah lalu mengambilnya. Apakah setiap orang akan mengatakan, ‘kalian pilih akan keluar atau kami bunuh? Kalian pilih berbai’at atau kami bunuh ?’ Tidak ini tidak dibenarkan. Daulah (Jama’ah abu bakar al-Baghdadi) tidak memiliki hak bai’at umum. Sebab, salah satu syarat dari bai’at umum adalah dipilih oleh Ahlul Halli wal ‘Aqdi,  sedangkan Abu Bakar Al-Baghdadi tidaklah dipilih oleh Ahlul halli maupun Ahlul ‘Aqdi. Apabila komandannya tidak setuju dengan perbuatannya. Lalu bagaimana mungkin ia meminta orang lain untuk berbai’at kepadanya?.

Dia (abu bakar al-baghdadi) bukanlah Khilafah kaum Muslimin. Ia sebatas Amir (Pimpinan) suatu jama’ah. Jika ia memaksa orang lain untuk berbai’at dan kalau tidak mau akan dibunuh. Maka ia adalah perbuatan bughot (zalim), bukan perbuatan orang baik dan menghendaki kebaikan.

Syaikh Dr. Abdullah Al-Muhaisini bertanya kepada Syaikh Sulaiman Al-Ulwan, “Apakah orang yang telah berbai’at kepada Abu Bakar Al-baghdadi boleh membatalkan bai’atnya ?”

Syaikh Sulaiman Al-Ulwan pun menjawab, “Tidak perlu dibatalkan karena bai’at itu bathil (tidak Sah)”.

Bersambung …

 

Baca juga, ISLAM MENYERU KEPADA PERSATUAN DAN KESATUAN