Daulah Abu Bakar Al-Baghdadi memvonis para Istri Mujahidin sebagai Pezina

Baca sebelumnya, JAMA’AH DAULAH (ISIS/IS) ADALAH JAMA’AH BID’AH TIDAK BOLEH BERPERANG DI BAWAH BENDERANYA, KECUALI TERPAKSA

Duniaekspress.com. (06/09/2019). Syaikh Abu Qotadah Al-Filisthini dalam memberikan muqadimah untuk sebuah artikel yang membantah risalah yang diterbitkan oleh majalah Dabiq (majalah resmi tanzhim daulah ISIS/IS) yang di dalamnya mereka menghukumi para Istri Mujahidin sebagai pezina ; “Daulah yang sesat dan rusak ini memulai permusuhan dengan orang-orang yang menyelisihinya atas dasar Imarah (kepemimpinan) dan qiyadah. Namun ketika urusan mereka dibangun atas dasar hawa nafsu serta agama yang berdasarkan cinta kekuasaan dan kepemimpinan maka Allah Ta’ala mengiring mereka pada suatu sifat yang paling buruk di mata makhluk-Nya, bahwa mereka adalah anjing-anjing neraka.

Urusan mereka menjadi semakin buruk, dari memecah barisan dan keluar dari ketaatan menjadi keluar dari sunnah dan hidayah. Karenanya mereka terjerumus dalam suatu amalan yang paling buruk yang terjadi pada zaman kita ini. Yaitu membunuh para Mujahidin dan wali-wali Allah, menghancurkan mesjid-mesjid, mengumumkan kemurtadan orang yang menyeisihinya, mengkafirkan dengan ketaatan-ketaatan. Dengan demikian, mereka menjadi satu barisan bersama musuh-musuh Allah dalam membunuhi siapa saja yang telah bertahun-tahun berusaha menghidupkan agama, mengangkat bendera jihad, dan mewujudkan janji-janji Allah.

Kemudian penyakit mereka semakin parah pada hari ini. Mereka menganggap batal pernikahan manusia. Menghukumi para Istri Mujahidin sebagai pezina. Maha suci Engkau (ya Allah). Ini adalah dusta yang besar! Setan akan menjerumuskan mereka kepada sesuatu yang lebih besar dari hal ini. Hari-hari akan kita lewati dimana Allah akan menelanjangi (menyingkap) mereka di mata anak-anak dan orang-orang awam dari kaum Muslimin.

Tidak akan ada yang bergabung ke lembah mereka melainkan orang sesat yang hatinya ditutup oleh Allah dengan kejahatan dan kesesatan. Kepemimpinan khilafah mereka yang sesat dan rusak serta orang-orang pentingnya telah diketaui perkaranya dengan jelas sehingga kita ketahui pula keadaan orang-orang yang bergabung dengan mereka. Pernyataan mereka menetapkan bahwa pernikahan para Mujahidin dengan istri-istrinya adalah perzinahan. Ini kekejian yang sangat jelas dan tidak mungkin itu dikatakan kecuali oleh orang yang hatinya mati. Dan Ia –seperti yang dikatakan oleh para pengamat-, Istri salah seorang tokoh mereka, mengklaim bahwa ia menyandarkan riwayat hadistnya kepada Jin. Maka, barangsiapa berada dibawah orang gila seperti ini kira-kira apa yang akan keluar dari mulutnya. Sementara seorang perempuan hanyalah mengikuti agama suaminya.”

(Muqqadimah : “Bal nikah Ia safah, karangan Syaikh Abdullah Al-Muhasaini, kata sambutan Syaikh Abu Qotadah Al-Filisthini).

Bersambung …

Baca juga, AL-ADNANI MENGAFIRKAN SIAPA SAJA YANG MEMERANGI DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI (ISIS)