Duniaekspress.com (9/9/2019)- Dua pemukim ilegal Yahudi terluka pada Sabtu (8/9), dalam aksi penikaman di dekat persimpangan Eliyahu di dekat desa Azzun di Tepi Barat utara.

“Seorang penyerang menikam dua warga sipil Israel setelah mereka memasuki Azzun untuk menerima perawatan medis,” kata militer Isarel, seperti yang dikutip AFP, Ahad (8/9).

Dikutip dari Pusat Informasi Palestina, pelaku aksi adalah seorang anak laki-laki. Pelaku ditangkap oleh pasukan pendudukan penjajah Israel di lokasi kejadian.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAK DUA REMAJA PALESTINA DI PERBATASAN GAZA

ISIS KLAIM SERANGAN BOM DI PASAR FILIPINA

Tetapi sumber-sumber lokal Palestina setelah itu mengatakan bahwa pasukan pendudukan penjajah Israel memberlakukan penjagaan keamanan yang ketat di desa Azzun, sebelah timur Qalqilya, untuk mencari pelaku aksi penikaman terhadap dua pemukim Israel tersebut, setelah berhasil meninggalkan lokasi kejadian.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa pasukan pendudukan penjajah Israel menutup pintu masuk kota dan mengintensifkan pos-pos pemeriksaan dan langkah-langkah militer di sekitarnya. Mereka mulai mengintensifkan operasi penyisiran dan pencarian pelaku aksi penikaman. Mereka melepaskan tembakan meriam gas air mata di desa tersebut.

Pasukan pendudukan penjajah Israel mendirikan penghalang jalan di pintu masuk utara dan barat desa. Mereka menggeledah kendaraan-kendaraan dan memeriksa identitas para penumpangnya. Pasukan tersebut menutup gerbang besi yang dibangun di pintu masuk desa. Mereka mengintensifkan pos-pos pemeriksaan dan langkah-langkah militer di sekitarnya.

Menurut sumber-sumber lokal, pasukan pendudukan penjajah Israel telah memperketat langkah-langkah militer di seluruh pintu masuk desa dan menutup jalan utama, di mana nampak terjadi penyebaran pasukan dan kendaraan pasukan penjajah Israel secara intensif. Sumber-sumber ini menambahkan bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu sejumlah toko dan menyita rekaman kamera pengawas (CCTV) di toko-toko tersebut.

Belakangan ini aksi penikaman dan penabrakan berulang kali terjadi di Tepi Barat dan al-Quds. Aksi-aksi ini dilakukan sebagai reaksi atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel dan para pemukimnya.