Duniaekspress.com (9/9/2019)- Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim berada di balik serangan di sebuah pasar Filipina. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (7/9) pagi, yang dilaporkan membuat setidaknya tujuh orang terluka.

Menurut kelompok militan tersebut, pengeboman dilakukan dengan mengunakan sepeda motor. Ledakan yang terjadi kali ini merupakan yang keempat kalinya berlangsung di wilayah selatan Filipina dalam 13 bulan terakhir.

Baca Juga:

AKTIFIS DEMONSTRAN HONGKONG MEMINTA PADA DONALD TRUMP UNTUK MEMBEBASKAN HONGKONG DARI CHINA

PATROLI GABUNGAN TURKI DAN AS DI ZONA AMAN SURIYAH UTARA

Sebelumnya diberikatan sebuah ledakan mengguncang pasar Filipina di Kota Isulan, Provinsi Sultan Kudarat, Filipina, Sabtu (7/9/2019) pagi. Sedikitnya tujuh orang mengalami luka dalam serangan itu. Ini merupakan serangan bom keempat di Filipina selatan dalam 13 bulan terakhir.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan bom terjadi di halaman parkir sepeda motor.

Juru bicara militer Filipina Sultan Kudarat, Arvin Encinas, mengatakan, pelaku memasang bom di salah satu sepeda motor lalu mengaktifkannya dari jauh.

Ledakan sebelumnya terjadi pada 28 Agustus di mana pelaku mengincar sebuah festival yang ramai pengunjung, juga di Isulan. Ledakan menewaskan satu orang dan melukai 36 orang.

Pejabat kepolisian setempat mengungkap, bom meledak di dekat pom bensin. Petugas juga menemukan dua bom lain di lokasi tak jauh dan berhasil menjinakkannya.