Duniaekspress.com (9/9/2019)- Brigade Izzudin Al-Qassam sayap militer Hamas menegaskan bahwa darah syahid Bassam tidak hilang sia-sia, dan akan menjadi bara laknat yang mengusir penjajah di Tepi Barat dan di bumi Palestina.

“Beliau merupakan salah seorang penggagas Intifadah Al-Quds tahun 2015,” kata Al-Qassam

Dalam rilis militernya, Brigade al-Qassam mengatakan, komandan lapangan Bassam al-Sayeh (47) gugur syahid pada 9 Muharram 1441/ 08/09/2019, akibat penelantaran medis secara sengaja di penjara zionis, pasca penderitaan melawan penyakit yang dialaminya.

Baca Juga:

SEORANG WANITA LAKUKAN BOM BUNUH DIRI DI MARKAS MILITER FILIPINA

AKSI PENIKAMAN DI TEPI BARAT DUA PEMUKIM YAHUDI TERLUKA

Syahid Bassam merupakan salah satu personil dalam operasi al-Qassam yang memicu Intifadah Al-Quds pada 01/10/2015, yang menewaskan dua pemukim zionis.

Bassam gugur setelah menorehkan perjuangan di tengah sakitnya, dan mengobarkan semangat jihad dan perlawanan di Tepi Barat.

Al-Qassam berjanji bahwa kebebasan para tawanan menjadi komitmen mereka, dan penjajah akan merasakan pembalasan atas tindakan kriminalnya, dengan ijin Allah fajar kebebasan segera tiba insya Allah.

Al-Qassam juga berpesan yang menegaskan bahwa perlawanan dan senjata al-Qassam di Tepi Barat akan terus hadir dan siap mengusir penjajah zionis.

Sebelumnya, Otoritas Penjara Zionis mengumumkan, seorang tawanan Palestina, Bassam al-Sayeh akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada sore hari tadi (8/9) di dalam ruang pengawasan super ketat di dalam penjara tahanan,rumah sakit Asaf Harofe Israel.

Pihak penjara Israel tak merespon tuntutan pembebasan tawanan al-Sayeh, meski kondisi kesehatannya memburuk, tawanan menderika kanker darah dan tulang.

Meskipun sudah lebih dari tiga tahun ditawan, Bassam Sayeh masih ditahan tanpa ada dakwaan dan proses persidangan. Kejaksaan penjajah Israel meminta agar Bassam Sayeh dihukum penjara dua kali seumur hidup, ditambah 30 tahun. Bassam didakwa berpartisipasi dalam perencanaan Operasi Itamar pada tahun 2015, yang mengakibatkan tewasnya dua pemukim Israel. Saat itu sedang sengit-sengitnya intifadhah al-Quds yang baru saja meletus.

Sumber: Pusat Informasi Palestina