Duniaekspress.com (9/9/2019)- Serangan bom bunuh diri terjadi di dekat markas detasemen militer Filipina di Kota Indanan, Kepulauan Sulu, Filipina selatan, Minggu (8/9). Diduga pelakunya seorang wanita yang tewas dalam insiden tersebut.

Bom bunuh diri ini terjadi sehari setelah ledakan di pasar tradisional di Sultan Kudarat yang melukai delapan orang.

“Tidak ada korban lain (selain pelaku),” kata pihak militer Filipina dikutip dari Reuters, Senin (9/9).

Baca Juga:

ISIS KLAIM SERANGAN BOM DI PASAR FILIPINA

Pihak militer Filipina mengatakan para pasukan yang berjaga di detasemen sudah saling memperingatkan untuk mencari tempat berlindung ketika seorang wanita terlihat bertingkah mencurigakan. Beberapa saat kemudian sebuah ledakan terjadi.

Komandan satuan tugas regional Mayor Jenderal Corleto Vinluan mengatakan Ledakan itu bisa menyebabkan banyak korban. Namun karena sudah diantisipasi tidak ada korban dari prajurit.

Dia menambahkan bahwa detonator telah ditemukan di tempat kejadian di dekat tubuh pelaku.

Tidak ada klaim pertanggungjawaban langsung. Namun pihak tentara Filipina mencurigai kelompok militan Abu Sayyaf menjadi otak di balik serangan bom bunuh diri ini.

Baca Juga:

AKSI PENIKAMAN DI TEPI BARAT DUA PEMUKIM YAHUDI TERLUKA

ISRAEL TEMBAK DUA REMAJA PALESTINA DI PERBATASAN GAZA

Jika dirunut ke belakang, insiden itu menjadi bom bunuh diri keempat di Filipina selatan yang bergejolak dalam 14 bulan terakhir dan menambah kekhawatiran tentang semakin kuatnya pengaruh ISIS di wilayah Filipina selatan yang sebagian besar muslim.

Sebelumnya, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim berada di balik serangan di sebuah pasar Filipina. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (7/9) pagi, yang dilaporkan membuat setidaknya tujuh orang terluka.