Duniaekspress.com (10/9/2019)- Para aktivis oposisi Suriah mengatakan pesawat tempur tak dikenal telah menarget depot senjata milik milisi yang didukung oleh Iran di kota Albu Kamal, Suriah timur, dekat perbatasan Irak.

Kelompok berbasis di Inggris yang menamakan diri sebagai Syrian Observatory for Human Rights atau Pengamat HAM di Suriah mengatakan serangan udara dimulai Ahad malam (8/9) dan berlanjut setelah tengah malam, menewaskan 18 warga Iran dan milisi pro-Iran. Serangan itu juga menyebabkan kerusakan besar pada depot tersebut dan kendaraan.

Hingga kini belum diketahui pihak mana yang meluncurkan serangan tersebut.

Baca Juga:

AL-QAEDA KUASAI DISTRIK AL-WADEA YAMAN

AL-QASSAM: DARAH BASSAM AKAN MENJADI BARA BAGI ZIONIS

“18 pejuang tewas dalam serangan itu tetapi identitas dan status kewarganegaraan mereka belum diketahui,” bunyi laporan kelompok yang berbasis di Inggris itu, Senin (9/9).

Media lokal mengatakan, bahwa serangan itu menghantam gudang senjata untuk Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak, yang sebagian besar adalah milisi Syiah yang didukung Iran.

Albu Kamal berada di Provinsi Deir Ezzor yang terletak di timur Suriah. Provinsi yang sebagian besar merupakan gurun pasir itu merupakan wilayah terakhir ISIS yang berhasil direbut kembali pada 2018 lalu.

Dilansir AFP, provinsi tersebut saat ini dikontrol sebagian oleh kelompok pemberontak Suriah yang didukung Amerika Serikat. Sementara itu, sebagian wilayah lainnya dikuasai oleh kelompok pro-Presiden Suriah Bashar al-Assad yang disokong Rusia dan Iran.

Serangan ini bukan yang pertama kali terjadi di Deir Ezzor. Pada Juni 2018 lalu, serangan udara Suriah di wilayah itu menewaskan 55 personel pasukan pro-rezim Assad.