DUNIAEKSPRESS.COM (11/9/2019)- Salah satu musuh dakwah adalah infiradi/menyendiri. Yaitu karakter/sifat buruk ingin gerak sendiri dan tidak mau beramal jama’i. Padahal dakwah, amar makruf nahi mungkar dan jihad di jalan Allah adalah amal-amal nyata yang hanya bisa dilakukan dengan kekuatan jamaah. Dalam shalat pun orang dilarang menyendiri keluar dari shaf/barisan tanpa alasan. Bahkan menurut mazhab Hanbali, orang yng sengaja kelaur dari jamaah shalat, shalatnya tidak syah. Namun menurut jumhur ulama shalatnya tetap syah namun makruh/dibenci perbuatannya.

Selain itu. Di tengah zaman yang ‘gila’ ini, prilaku infiradi adalah sikap yang keliru dan buruk. Kita butuh kebersamaan untuk tetap bisa istiqamah di jalan Allah. Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang gemar infiradi akan di’tempelin’ setan. Dan setan akan mulai menghindar dan bahkan menjauhi orang yang berjamaah walaupun jamaah tersebut terdiri dari dua orang. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ

“Sesungguhnya setan akan membersama orang yang infiradi dan setan akan menjauh dari orang yang berjamaah dua orang.” (HR. Bukhari).

Baca Juga:

TIDAK BOLEH SESEORANG BERPENDAPAT BAHWA BAI’AT ADALAH HAKNYA DAN IMARAH HANYA MILIKNYA

Mafhum/pemahaman dari hadis di atas, makin “orang/personal” berjamaah maka makin menjauh setan tersebut. Kalau dua orang saja dapat membuat setan menjauh maka tiga orang akan lebih membuat setan menjauh dan orang-orang yang berjamaah tersebut lebih dapat istiqamah dan saling mengingatkan dalam mengarungi fitnah akhir zaman. Lalu jika orang tersebut berjamaah dengan para asatiz, duat, alim ulama, tuan guru, maka makin jauhlah setan yang coba mendekatinya.
Dalam riwayat lain. Rasulullah menjelaskan bahwa setan akan menyukai orang-orang yang infiradi. Ibarat kijang, rusa, atau kambing yang menyendiri dari kawanan maka kijang dan rusa tersebut akan lebih mudah dikepung dan dihabisi oleh para pemangsa. Begitu pula para infiradi. Diriwayatkan dari Sa’id bin Al-Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda:

وَعَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَهُمُّ بِالْوَاحِدِ وَبِالِاثْنَيْنِ فَإِذَا كَانُوا ثَلَاثَةً لَمْ يَهُمَّ بِهِمْ

“Setan menyukai orang yang menyendiri atau orang yang berduaan dan setan tidak menyukai orang yang berkumpul berjamaah tiga orang. (Lihat Al-Istizkar karya AL-Hafiz Ibnu Abdil Bar).

Mari kita bersemangat dan bergembira dalam berjamaah dan membangun amal jama’i; buktikan kesungguhan kita dalam proyek menegakkan agama Allah. [ayah_shalih]