Khilafah ditentukan oleh syuro dari kaum Muslimin bukan beberapa Amir saja

Baca sebelumnya, TIDAK BOLEH SESEORANG BERPENDAPAT BAHWA BAI’AT ADALAH HAKNYA DAN IMARAH HANYA MILIKNYA

Duniaekspress.com. (11/09/2019). Syaikh Abdul Azis Ath-Tharifi berkata, “Tidak dibenarkan bagi kalian pada hari ini, saat kalian dalam keadaan berperang dan berkelompok-kelompok, lalu salah seorang melakukan bai’at umum sendiri, lalu memaksakan bai’at konsekuensinya, tanpa menghiraukan yang lain. Yang ada hanyalah bai’at untuk berjihad, bertempur, teguh, bersabar, mengadakan perbaikan, dan yang setara dengan itu.

Tidak dibenarkan salah seorang memisahkan diri dari jama’ah kemudian menamakan diri dengan ‘Amirul Mukminin’. Yang benar adalah pemimpin pasukan, atau pemimpin tentara, atau komandan perang. Pemerintahan umum (Khilafah) harus ditentukan oleh syuro (Musyawarah) kaum Mukminin, Bukan hanya oleh beberapa Amir dari mereka saja. Pemakaian gelar-gelar tersebut merupakan suatu bentuk monopoli yang akan memicu pertikaian, fitnah dan kejahatan.

Adapun pemerintahan umum berlaku untuk Nabi Shallallahu’alaihi wassalam, adalah karena muka bumi ketika itu tidak ada orang Muslim selain beliau dan para shahabat yang membersama beliau. Selain itu, tidak ada orang yang lebih baik dari Nabi Shallallahu’aihi wassalam di muka bumi ini, dan tidak ada yang lebih berhak untuk memikul urusan itu selain beliau. Oleh sebab itu, kalau beliau memonopoli hal itu dan beliau seorang Nabi, maka beliau tidak perlu merujuk pada seorang pun, dan sebaliknya, setiap orang harus merujuk beliau”.

Bersambung … 

 

Baca juga, DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI MEMVONIS PARA ISTRI MUJAHIDIN SEBAGAI PEZINA