DUNIAEKSPRESS.COM (11/9/2019)- Komisi Tahanan Palestina mengungkapkan dalam siaran persnya kemarin bahwa para tahanan Palestina mendapat serangan fisik secara brutal di penjara Gilboan.

“Tahanan Palestina di penjara Israel di Gilboa telah diserang secara fisik dan mengalami kekerasan di tangan administrasi penjara,” kata siaran pers tersebut yang dikeluarkan, Senin (9/9) oleh Komisi Tahanan dan Urusan Mantan Tahanan Palestina.

Tahanan Gilboa menghadapi “ketegangan” pekan lalu setelah petugas penjara menyerbu sel mereka dengan tujuan melakukan penggeledahan. Para tahanan kemudian “diserang”, kata laporan itu.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa lima tahanan Palestina mengalami luka parah akibat serangan anjing Polisi, mereka Yousef Nazal, Omar Jundab, Tahseen Salameh, Ahmad Azzouni dan Jihad Abu Zahra.

Komisi mencatat bahwa penganiayaan tahanan adalah bagian dari “kebijakan sistematis dan jelas yang dipraktikkan oleh administrasi pusat penahanan Israel untuk membatasi tahanan para tahanan.

Baca Juga:

PEJUANG PALESTINA JATUHKAN DRONE ISRAEL

MUJAHID SMILEY: KONTRADIKTIF

Sebelumnya para tahanan Palestina memprotes penempatan alat pengacau sinyal di penjara-penjara yang mereka katakan menyebabkan mereka sakit kepala parah dan dapat menyebabkan kanker.

Penjara juga menyaksikan meningkatnya ketegangan setelah kematian tahanan Palestina Bassam Al-Sayah.

Tahanan Gilboa telah mengancam untuk meningkatkan protes mereka jika pemerintah tidak mengakhiri dan menghapus perangkat pengacau sinyal.

Ada lebih dari 5.500 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara di Israel dan Tepi Barat yang diduduki, termasuk 1.800 pasien, 700 di antaranya membutuhkan intervensi medis yang mendesak, menurut angka resmi Palestina.

Sekitar 500 dari mereka yang ditahan ditahan secara administratif – tanpa dakwaan atau persidangan