Tidak boleh seseorang berpendapat bahwa bai’at adalah haknya dan Imarah hanya milikya

Duniaekspress.com. (10/09/2019). Syaikh Abdul Azis Ath-Tharifi –Hafizhahullah- berkata, “Tidak boleh seseorang menjadikan jama’ah dan golongannya sebagai tonggak spiritual Al-Wala’ wal Baro’ sehingga ia tidak menganggap sah suatu bai’at kecuali hanya untuknya (Abu Bakar Al-baghdadi) dan tidak menganggap kepemimpinan kecuali hanya miliknya. Siapa saja yang mengakui dirinya seperti itu, tanpa memandang kaum muslimin yang lain, maka ia termasuk golongan yang Allah sebutkan dalam Firman-Nya :

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikit pun tanggungjawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat”. (QS. Al-An’am : 159).

Ibnu Abbas setelah membaca ayat ini berkata, ‘Allah memerintahkan kepada kaum mukminin untuk berjama’ah, melarang berselisih dan berpecah belah, dan mengabarkan kepada mereka bahwa kehancuran kaum sebelum mereka adalah karena perdebatan dan persengketaan di dalam urusan agama Allah’.

Dengan perselisihan dan pertikaian kemenangan akan menjauh, sebagaimana firman Allah ; “Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. (QS. Al-Anfal : 46).

Qatadah berkata, ‘Janganlah kalian berselisih, yang karenanya kalian akan saling menjauhi dan kemenangan akan pergi’.

Bersambung …

 

Baca juga, DAULAH ABU BAKAR AL-BAGHDADI DAN PENYIMPANGAN SYARI’ATNYA