DUNIAEKSPRESS.COM (13/9/2019)- Seorang martir Imarah Islam Afghanistan (Taliban) meledakan sebuah mobil yang menargetkan pangkalan pasukan khusus Afghanistan di pinggiran ibukota, Kabul.

Menurut kementerian Pertahanan Afghnistan, ledakan tersebut menewaskan sedikitnya empat tentara.

“Tiga tentara lainnya juga terluka dalam serangan Kamis di distrik Chahar Asyab di Kabul,” kata Fawad Aman, wakil juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu dalam sebuah pernyataan email.

Baca Juga:

RAMAI-RAMAI KECAM JANJI NETANYAHU CAPLOK TEPI BARAT

BENTROKAN PECAH DI KAMP PENGUSIAN AL-ARROUB HEBRON

Serangan itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump berjanji untuk memukul Taliban “lebih keras dari yang pernah mereka alami sebelumnya”.

Pekan lalu, Trump tiba-tiba membatalkan perundingan damai AS-Taliban saat kedua pihak hampir menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang terpanjang AS.

Dua bom mobil Taliban mengguncang Kabul pekan lalu, menewaskan beberapa warga sipil dan dua anggota misi NATO, termasuk seorang prajurit AS.

Sebelumnya Taliban memperingatkan Amerika Serikat akan menderita kekalahan yang lebih besar karena membatalkan perjanjian. Pada Selasa, 10 September 2019, Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengulangi kembali bahwa Washington akan menyesal karena tidak melakukan perundingan dengan kelompk itu. Dia meyakinkan Taliban akan turus memerangi pendudukan asing di tanah Afganistan.

Sementara itu pada Selasa (10/9/9), distrik Yangi Qala yang terletak di wilayah utara Provinsi Takhar, jatuh ke tangan Taliban setelah pasukan militer Afganistan memutuskan mundur karena takut jatuhnya korban yang lebih besar.