DUNIAEKSPRESS.COM (14/9/2019)- Laman media sosial Facebook telah memblokir akun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, setelah sebelumnya Netanyahu secara terbuka melakukan tindakan ujaran kebencian rasial terhadap warga negara Arab dan kepemimpinan Arab yang dipilih di Israel.

Dalam sebuah pesan yang dia kirim ke para pengikutnya melalui Facebook, Netanyahu menghasut warga Arab dan anggota parlemen Ayman Odeh khususnya.

Dalam akun pribadinya, Netanyahu menuliskan: “Pembentukan pemerintah kiri yang berbahaya harus dicegah minggu depan, dengan Lapid dan Odeh, Gantz dan Lieberman, pemerintah kiri sekuler lemah yang dibentuk oleh orang Arab yang ingin memusnahkan kita semua, anak-anak, perempuan, dan laki-laki. Pemerintah ini akan memungkinkan Iran untuk memperoleh bom nuklir untuk menghancurkan kita semua,”

Baca Juga:

CHINA CULIK DAN AKAN EKSEKUSI INTELEKTUAL UIGHUR

DEPRESI, PENDETA PEMIMPIN SEBUAH JAMAAT BESAR BUNUH DIRI

Kepala partai koalisi yang sebagian besar terdiri dari Daftar Gabungan Arab, Ayman Odeh, telah mengadu ke Facebook terkait penyataan Netanyahu.

Seperti dikutip dari media Israel, Ayman Odeh menyebut perdana menteri yang sedang tersangkut korupsi itu sebagai seorang “psikopat”.

“Netanyahu adalah psikopat tanpa garis merah,” kata Odeh. “Dia ingin darah. Penjahat yang memalukan ini akan melanjutkan pertumpahan darahnya pada kita selama dia yakin itu akan membantunya menghindari penjara,” melalu akun Twitter sebagaimana dikutip Time of Israel.

Pada Pemilu 2015, Netanyahu sempat menuduh partai oposisi kiri memengaruhi pemilih keturunan Arab-Israel untuk “berbondong-bondong” agar tidak memilih dia.

“Kondisi (partai sayap) kanan tengah dalam bahaya,” kata Netanyahu waktu itu. Pernyataannya yang dinilai rasisi ini menuai kritik keras dan membuatnya meminta maaf.

Populasi warga Arab-Israel mencapai sekitar 20 persen dari delapan juta populasi negara yang didirikan di lahan tanah rakyat Palestina itu.

Warga keturunan Arab di Israel adalah minoritas dan telah lama mengeluhkan kehilangan hak suaranya di Israel.