DUNIAEKSPRESS.COM (14/9/2019)- Setidaknya 55 warga Palestina alami luka-luka pada Jumat sore dalam bentrokan dengan tentara Israel yang ditempatkan di perbatasan antara Jalur Gaza timur dan Israel. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Palestina.

Juru bicara kementerian kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qedra mengatakan, dari 55 demonstran terluka 29 diantaranya mengalami luka tembak oleh tembakan tentara Israel di Jalur Gaza timur. Ia menambahkan bahwa dua wanita termasuk di antara para korban seperti disitir dari Xinhua, Sabtu (14/9/9).

Baca Juga:

BOM PINGGIR JALAN, TUJUH ORANG TEWAS DI TURKI

FACEBOOK BLOKIR AKUN BENJAMIN NETANYAHU

Sebelumnya, sekitar 5.000 demonstran berkumpul di Jalur Gaza timur mengikuti seruan dari Komisi Tertinggi the Great March of Return dan Penghancuran Pengepungan Israel, kata saksi mata dan laporan media lokal.

Warga Palestina di Jalur Gaza telah melakukan aksi protes dan demonstrasi anti-Israel mingguan, yang lebih dikenal sebagai Great March of Return. Aksi ini dimulai pada akhir Maret tahun lalu, bertujuan untuk mengakhiri 13 tahun blokade Israel yang dikenakan di Jalur Gaza.

Gerakan Hamas dan beberapa faksi Palestina memimpin komisi tertinggi protes dalam upaya untuk menekan Israel agar meringankan blokade.

Hamas dan faksi-faksi lain menuduh Israel tidak berkomitmen pada pemahaman yang tenang, yang telah ditengahi oleh Mesir, PBB dan Qatar pada November tahun lalu.

Ketegangan antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza telah meningkat selama beberapa minggu terakhir, beberapa hari sebelum pemilu parlemen di Israel untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun. [Sind]