DUNIAEKSPRESS.COM (15/9/2019)- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan pada Minggu (14/1) bahwa Israel, lewat sejumlah aksi-aksinya telah mengakhiri Perjanjian Oslo yang ditandatangani kedua negara pada awal 1990-an.

“Saya bicara tentang Oslo, tak ada lagi Oslo,” kata Abbas menjelang rapat dengan sejumlah pemimpin Palestina untuk membahas pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, seperti dilansir AFP.

“Israel telah mengakhiri Oslo,” ujar Abbas menambahkan.

Perjanjian Oslo ditandatangani pada 1993 di Washington DC, Amerika Serikat dan pada 1995 di Mesir.

Oslo merupakan perjanjian antara pemerintah Israel dengan otoritas Palestina, PLO.

Baca Juga:

SEJAK KESEPAKATAN OSLO ISRAEL TAHAN 120.000 WARGA PALESTINA

PEJUANG HAMAS SAMPAIKAN UCAPAN BELASUNGKAWA ATAS WAFATNYA MANYAN PRESIDEN INDONESIA BJ HABIBIE

Poin penting dalam perjanjian itu salah satunya adalah pengakuan PLO terhadap negara Israel dan sebaliknya, pengakuan pemerintah Israel terhadap PLO sebagai perwakilan rakyat Palestina dan mitra negosiasi.

Selain itu, perjanjian Oslo juga membahas peta jalan menuju perdamaian Israel-Palestina.

Abbas mengatakan pihaknya akan segera memutuskan langkah ke depan setelah Israel mengakhiri Perjanjian Oslo.

Hubungan Israel dan Palestina belakangan semakin merenggang, dipicu kebijakan Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pengakuan sepihak itu memicu protes dan kecaman dari banyak negara di kawasan Eropa, Timur Tengah, hingga Asia termasuk Indonesia.

Eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah di Palestina juga meningkat akibat pengakuan Trump tersebut.

Warga dan pejuang Palestina yang kecewa terhadap pengakuan Trump, semakin aktif melawan pendudukan Israel di sejumlah wilayah Palestina. [Sind]