duniaekspress.com, 16 September 2019. Kilang minyak saudi, Aramco, di Abqaiq dan Khurais, Timur Saudi diserang drone pada sabtu pagi menyebabkan Saudi harus memotong separuh produksi minyaknya. Houthi langsung menyatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut, namun pihak intelijen menyatakan bahwa serangan tersebut tidak dilakukan oleh Houthi meskipun mereka mengklaimnya. Alasannya adalah bahwa fasilitas minyak tersebut sangat jauh dari pangkalan Yaman, yaitu lebih dari 1300 Km, yang mana diyakini oleh militer bahwa serangan tersebut diluar kemampuan kelompok Houthi.

Iran Dibalik Serangan

Amerika dan intelijen Irak menyatakan bahwa serangan terhadap kilang minyak Saudi adalah perbuatan Iran. Intelijen Irak menyatakan bahwa drone Iran tersebut diluncurkan dari  pangkalan Hashd al-Shaabi  di selatan Irak, tempat kekuasaan milisi Iran di Irak dan berjarak 600 Km dari Abqaiq. Serangan itu sebagai bentuk balasan atas serangan drone Israel yang disinyalir didukung oleh Saudi.

Lingkup dan ketepatan serangan pesawat tak berawak ke fasilitas minyak Arab Saudi menunjukkan bahwa mereka diluncurkan dari arah barat-barat laut, bukannya dari Yaman di selatan, tempat pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab, kata pejabat senior pemerintah AS pada hari Minggu. Para pejabat AS menunjuk citra satelit yang menunjukkan 19 titik dampak pada fasilitas minyak. Serangan pada hari Sabtu berisiko mengganggu pasokan minyak dunia, dan harga minyak diperkirakan melonjak pada hari Senin.

Citra satelit yang menunjukkan titk-titik kerusakan akibat serangan drone pada kilang Aramco Saudi

Sementara pihak pemerintah Irak menyangkal bahwa drone tersebut diluncurkan dari wilayah mereka, karena selama ini pemerintah Irak selalu berupaya mencegah setiap upaya yang menjadikan wilayahnya sebagai proxy war.

Meskipun pemerintah Iran menyangkal keterlibatan dalam penyerangan ke kilang-kilang minyak Saudi tersebut, namun Iran menyatakan kesiapannya terhadap serangan-serangan Amerika maupun Saudi.

Amerika Menginginkan Serangan Balasan

Trump menyatakan kesiapan militernya dalam aksi balasan asal pihak kerajaan Saudi memberikan lampu hijau, sementara Garda Revolusi Iran mengancam Amerika bahwa rudal-rudal mereka mampu menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika.

Senator Amerika Lindsey Graham, seorang senat Partai Republik yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump, mendesak serangan balasan yang menargetkan Iran. “Iran tidak akan menghentikan perilaku buruk mereka sampai konsekuensinya menjadi lebih nyata, seperti menyerang kilang mereka, yang akan mematahkan punggung rezim,” tulis Graham di Twitter.

Ada tokoh-tokoh di Iran dan Amerika dan di wilayah sekitar yang menginginkan konflik militer,” kata seorang pejabat senior pemerintah Iran, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena kepekaan masalah tersebut.

(RF dari berbagai sumber)

Baca juga,

SERANGAN UDARA HANTAM BASIS MILISI PRO IRAN DI ALBU KAMAL

KHAWARIJ LEBIH BERBAHAYA DARIPADA ORANG-ORANG KAFIR BAGI UMMAT INI DALAM HAL KERUSAKAN BUKAN DALAM HAL KESESATAN